MADIUN, DURASI.co.id – Kepala Desa Jetis, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Suprihatin, mengambil langkah menyusul polemik kandang bebek yang sempat menjadi sorotan warga. Ia telah berkoordinasi dengan pemilik kandang untuk memindahkan lokasi usaha tersebut ke tempat yang jauh dari area permukiman padat penduduk demi menjaga ketertiban lingkungan.
“Kami sudah mengundang pemilik kandang, Suryandari, ke kantor desa pada Senin, 16 Juni 2025, dan pertemuan itu disaksikan bersama oleh tiga pilar pemerintah desa. Hasilnya, disepakati bahwa kandang miliknya dipindahkan ke tempat yang aman dari lingkungan padat penduduk agar tidak menimbulkan masalah dengan lingkungan sekitar,” ujar Suprihatin.
Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh masyarakat Desa Jetis untuk lebih berhati-hati dan terbuka saat ingin memulai usaha, terutama yang berkaitan dengan lingkungan dan sosial kemasyarakatan.
“Ke depan, saya berharap masyarakat dapat lebih waspada dan melapor terlebih dahulu ke pihak desa apabila ingin memulai usaha. Ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” katanya.
Diketahui, penyelesaian permasalahan ini dilakukan melalui pendekatan musyawarah bersama pihak-pihak terkait. Desa Jetis sendiri dikenal mengedepankan prinsip restorative justice dan pendekatan “Omah Rembug” sebagai sarana dialog dan penyelesaian konflik antarwarga. [Rofi]








