Polda Kepri Janji Usut Tuntas Penyebab Ledakan Maut di PT ASL

Kapal tanker MT Federal II terbakar di kawasan PT ASL Marine Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, Rabu (15/10/25). Foto: Ledi-Durasi.co.id

BATAM, DURASI.co.id – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) terus melanjutkan penyidikan kasus ledakan maut di kawasan PT ASL Marine Shipyard, Batam.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin memastikan proses hukum masih berjalan dan hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan.

Polisi saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Meski demikian, Kapolda menegaskan bahwa Polri berkomitmen serius menangani kasus yang menewaskan 14 pekerja tersebut.

“Penyidikan masih berjalan. Belum ada tersangka karena kami masih menunggu hasil Labfor dari Riau,” ujar Irjen Asep Safrudin di Mapolda Kepri, Rabu (29/10/2025).

Kapolda Kepri menambahkan, kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan media nasional, terutama terkait aspek keselamatan kerja di lingkungan industri migas. Ia menegaskan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat guna mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.

Baca Juga :  Perbaikan Kebocoran Pipa di Depan Sate Asih Bengkong Harapan, Ini Area Terdampak

“Selain aspek hukum, kami juga menyoroti faktor sumber daya manusia. Banyak pekerja lokal yang masih baru lulus, sementara tenaga berpengalaman banyak bekerja di luar negeri. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Irjen Asep.

Pernyataan itu disampaikan usai menerima kunjungan kerja Irjen Pol Ibnu Suhaendra di ruang kerja Kapolda Kepri. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara Polri dan instansi terkait di sektor energi dan migas, sekaligus menindaklanjuti arahan pimpinan nasional terkait penanganan kasus ledakan PT ASL yang menjadi sorotan publik dan pemerintah pusat.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), di antaranya Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut CW Wicaksono, Spesialis Madya Pengawas Internal Haryo Sentanu, Koordinator Perkapalan dan Kemaritiman Putu Indra Mahatrisna, serta Analis Operasi Chairizal Eka Putra.

Baca Juga :  Maxim Salurkan BHR hingga Rp2,6 Juta kepada Mitra Pengemudi di Batam

Irjen Pol Ibnu Suhaendra menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan koordinasi yang dilakukan oleh Polda Kepri. Ia menegaskan, penanganan kasus kebakaran dan ledakan di PT ASL harus dilakukan secara serius, profesional, dan menyeluruh.

“Kasus ini menjadi perhatian langsung Kepala SKK Migas dan Menteri ESDM. Kami tidak ingin peristiwa di Batam berkembang menjadi isu nasional seperti yang terjadi di Petronas Madura,” katanya.

Penulis: Ledi
Editor: Indra