Beberapa Titik U-Turn di Batam Ditutup Permanen Karena Sering Telan Korban Jiwa

Polisi dan Dishub menutup u-turn Mega Legenda, Kecamatan Batam Kota, Jumat (31/10/25). Foto: Satlantas Polresta Barelang

BATAM, DURASI.co.id – Sejumlah pengendara di Kota Batam kini harus menempuh jarak lebih jauh setelah beberapa titik putar balik (u-turn) di jalan utama ditutup permanen menggunakan beton barier oleh pihak kepolisian.

Penutupan sejumlah titik u-turn tersebut dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas serta menciptakan arus kendaraan yang lebih aman dan tertib.

Pemasangan beton barier dilakukan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang bersama para pemangku kepentingan lainnya pada Jumat (31/10/2025) sore.

Dua titik utama yang ditutup permanen yakni U-turn Anggrek Mas 2 dan U-turn Mega Legenda. Sementara itu, U-turn Duta Mas akan menjadi lokasi berikutnya setelah proses pembangunan beton barier selesai.

Baca Juga :  BP Batam Tegaskan Sidak Dilakukan untuk Tertibkan Perizinan Pembangunan

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan bahwa penutupan dilakukan karena titik-titik tersebut sering menjadi lokasi kecelakaan fatal dan menelan korban jiwa.

“Penutupan u-turn ini bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan untuk menyelamatkan nyawa mereka,” kata Kompol Afiditya, Sabtu (1/11/2025).

Ia menjelaskan, banyak pengendara yang kerap berbalik arah secara tiba-tiba di jalur cepat tanpa memperhatikan arus kendaraan dari belakang, sehingga meningkatkan risiko tabrakan.

Selain itu, keputusan penutupan ini juga telah melalui kajian berdasarkan hasil evaluasi data tiga tahun terakhir (2023–2025). Hasilnya menunjukkan bahwa titik-titik tersebut termasuk dalam lokasi rawan kecelakaan dengan volume kendaraan tinggi di ruas jalan lima lajur.

Baca Juga :  PLN Batam Siap Pasok Listrik Andal dan Bersih ke KEK Nongsa

Kompol Afiditya mengimbau masyarakat untuk menaati rambu lalu lintas, tidak melawan arus, serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan.“Kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas. Beton barier hanyalah sarana, yang utama adalah kesadaran bersama untuk menjaga keselamatan,” ujarnya.

“Kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas. Beton barier hanyalah sarana, yang utama adalah kesadaran bersama untuk menjaga keselamatan,” ucapnya.

Penulis: Simon
Editor: Indra