BINTAN, DURASI.co.id – Mandiri Bintan Marathon 2025 resmi dibuka di kawasan wisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Jumat (7/11/2025).
Ajang lari bertaraf internasional ini menjadi salah satu agenda utama untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi daerah.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya kegiatan. Mandiri Bintan Marathon 2025 akan berlangsung selama dua hari, 8–9 November 2025, dengan partisipasi 3.000 pelari dari 16 negara pada edisi keempatnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hasan, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah dan penyelenggara. Ia menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
“Pemerintah Kepri sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan dan mendorong kunjungan ulang,” kata Hasan.
Hasan menambahkan, pelaksanaan marathon berdampak positif terhadap ekonomi lokal, termasuk okupansi hotel dan penggunaan jasa rental kendaraan. Selain olahraga, kegiatan ini menampilkan pertunjukan budaya lokal dan memberdayakan pelaku UMKM.
Head Commercial Bintan Resort, Raja Azmizal, menyebutkan sejumlah inovasi pada event ini, antara lain rute lari bersertifikasi AIMS (Association of International Marathons and Distance Races), peluncuran marketplace Lawa Lokal untuk produk UMKM, serta program sustainability Living Planet yang mendukung restorasi mangrove.
“UMKM lokal menjajakan berbagai makanan Melayu,” ujar Azmizal.
Regional CEO I/Sumatera 1 Bank Mandiri, I Gede Arimbawa, menjelaskan bahwa setiap dukungan diberikan setelah melalui kurasi ketat, dengan fokus pada sinergi bersama nasabah, pemerintah lokal, dan kontribusi terhadap ekonomi hijau.
“Dukungan maraton ini adalah perwujudan komitmen Bank Mandiri pada kebijakan ekonomi hijau dan pengembangan green portfolio,” kata I Gede Arimbawa.
Ia menambahkan, Lagoi menjadi lokasi strategis bagi marathon internasional, menjadikannya salah satu destinasi yang wajib dikunjungi pelari.
“Bintan memiliki daya tarik dan nilai berbeda dibanding maraton lain, serta menjadi titik pertumbuhan ekonomi penting di Indonesia dan Sumatera,” ujarnya.
Salah seorang pedagang UMKM, Suryani (35), mengatakan Mandiri Bintan Marathon sangat membantunya memasarkan produk lokal.
“Banyak pengunjung dan pelari internasional yang membeli makanan dan kerajinan kami, sehingga omzet meningkat,” katanya.
Penulis: Rudi
Editor: Aliman









