Nasabah BRI Unit Antasari Bandar Lampung Keluhkan Dugaan Kejanggalan Top Up Kredit

Ilustrasi. (Foto: Gemini)

BANDAR LAMPUNG, DURASI.co.id – Hasanudin, seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), mengeluhkan dugaan kejanggalan dalam proses kredit dan pencatatan top up pinjaman yang dialaminya di BRI Unit Antasari, Bandar Lampung. Keluhan tersebut disampaikannya saat diwawancarai pada Sabtu (7/12/2025).

Menurut Hasanudin, pengajuan top up kredit dilakukan pada 2017 dengan total plafon sekitar Rp175 juta, melanjutkan pinjaman sebelumnya. Proses survei disebut dilakukan oleh petugas dari unit terkait. Dari pengajuan tersebut, Hasanudin menyebut sekitar Rp200 juta disetujui dan dicairkan.

Dalam perjalanan kredit, Hasanudin mengaku pernah menerima kunjungan pimpinan unit yang meninjau lokasi usaha. Pada saat itu dibahas soal agunan, dan Hasanudin menyatakan mendapat penjelasan bahwa salah satu sertifikat hanya sebagai pendamping agunan dan tidak diikat.

“Namun, ketika hendak mengambil kembali sertifikat tersebut pada 2019, saya terkejut karena agunan pendamping ternyata telah diikat, sehingga tidak dapat ditarik,” kata dia.

Baca Juga :  Berkontribusi Kurangi Emisi Karbon, Jasa Raharja Tanam 1.000 Pohon di Lampung

Kondisi usaha Hasanudin memburuk sejak pandemi COVID-19. Ia kemudian menjalani restrukturisasi kredit sekitar 2019–2020, dengan skema pembayaran bunga saja. Hasanudin mengklaim tetap membayar bunga secara rutin selama masa restrukturisasi.

“Setelah periode tersebut berakhir, cicilan kembali ke nominal semula yang menurut saya semakin berat karena usaha tak lagi berjalan optimal,” sebutnya.

Masalah lain muncul ketika berkas kredit berpindah antarunit. Hasanudin mengaku sering mengalami penagihan intens, termasuk kunjungan ke rumah, yang menimbulkan tekanan psikologis bagi keluarganya.

Ia juga menyoroti perbedaan keterangan terkait tunggakan, di mana yang disampaikan hanya beberapa bulan, sementara pada rekening koran terlihat lebih banyak periode tanpa pembayaran pokok.

Puncaknya, Hasanudin menyebut baru mengetahui adanya pencatatan top up tahun 2018 dalam data kredit. Ia menegaskan tidak pernah mengajukan maupun menerima top up pada tahun tersebut, serta tidak merasa menandatangani akad baru. Hasanudin juga menyatakan tidak pernah bertemu petugas survei pada 2018 sebagaimana tercantum dalam berkas. Saat meminta penjelasan, ia menilai keterangan yang diberikan tidak memuaskan.

Baca Juga :  Polres Tulang Bawang Gelar Patroli Perintis Presisi Malam Hari di Pemukiman

Hasanudin menyatakan tidak lagi sanggup membayar cicilan penuh karena keterbatasan ekonomi, meski mengaku masih berupaya memenuhi kewajiban sebisanya.

“Saya berharap ada klarifikasi menyeluruh dari pihak BRI Unit Antasari Bandar Lampung terkait status akad, pencatatan top up, pengikatan agunan, serta pola penagihan agar hak dan kewajibannya sebagai nasabah menjadi jelas dan adil,” ucapnya.

Sementara itu, saat Durasi.co.id mendatangi BRI Unit Antasari, Bandar Lampung, untuk melakukan konfirmasi beberapa waktu lalu, salah satu karyawan BRI bernama Reni menerima dengan ramah di ruang kerjanya dan meminta identitas untuk disampaikan kepada pimpinan unit. Reni menjelaskan bahwa kepala unit sedang menjalankan tugas di luar kantor.

Hal senada juga disampaikan oleh petugas keamanan bernama David saat pertama kali tiba di lokasi.

Baca Juga :  Konseptor Kabupaten Tulang Bawang Barat Siap Maju ke Pilgub Lampung 2024

Pada Kamis (11/12/2025), Reni menyampaikan perkembangan melalui pesan WhatsApp. Ia menyatakan bahwa kehadiran Durasi.co.id telah disampaikan kepada pimpinan unit. Dalam pesan lanjutan, Reni menyebutkan bahwa pimpinan unit telah meneruskan persoalan tersebut ke manajemen Kantor Cabang Teluk Betung, karena pimpinan unit tidak memiliki kewenangan untuk menangani permasalahan dimaksud.

“Info dari buk Yeni, beliau sudah menyampaikan ke pihak manajemen Kantor Cabang Teluk Betung, karena ibu Yeni tidak ada kewenangan perihal tersebut. Kalau bapak mau menunggu apa kata pimpinan, saya yang di cabang nanti kabari bapak,” kata dia.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak manajemen BRI. Redaksi akan terus membuka ruang konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.

Penulis: Aliman
Editor: Indra