Aceh  

Pulihkan Aceh dari Masjid, AQL, FUIB, dan JATI Gelar Trauma Healing hingga Pengobatan Gratis bagi Korban Banjir

Relawan tenaga medis FUIB dan JATI sedang memeriksa kesehatan warga yang terdampak banjir, Sabtu (24/1/26). Foto: Andre/Durasi.co.id

ACEH TAMIANG, DURASI.co.id – Memasuki fase pemulihan pascabanjir bandang, tim gabungan relawan lintas organisasi melaksanakan aksi kemanusiaan di Masjid Al-Ihsan, Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Sabtu (24/1/2026).

Mengusung tema Pulihkan Aceh dari Masjid, kolaborasi ini menyasar pemulihan kesehatan fisik dan mental, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Pemilihan tema Pulihkan Aceh dari Masjid bukan tanpa alasan. Masjid dinilai sebagai pusat spiritualitas dan titik kumpul sosial, khususnya bagi masyarakat Aceh. Dengan memulai pemulihan dari rumah ibadah, diharapkan semangat kebangkitan masyarakat dapat menyebar secara luas hingga ke pelosok kampung di Aceh Tamiang.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 14.00 WIB ini melibatkan sinergi antara Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Laznas Peduli, Forum Umat Islam Bekasi (FUIB), dan Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATI).

Menyadari bahwa dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meninggalkan beban emosional, kolaborasi ini membagi fokus pelayanan ke dalam dua pilar utama.

Pertama, trauma healing. Tim relawan AQL Laznas Peduli memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak dan orang dewasa di Kampung Kota Lintang. Melalui pendekatan spiritual dan edukasi yang ceria, program ini bertujuan mengembalikan keceriaan warga serta meminimalkan dampak stres pascabencana.

Baca Juga :  Sah, PWI Aceh Miliki Koperasi "Tinta Emas"

Kedua, pelayanan kesehatan gratis. Guna mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir, tim medis dari Forum Umat Islam Bekasi (FUIB) dan Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATI) menggelar layanan pengobatan gratis. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta obat-obatan secara cuma-cuma.

Selain pelayanan kesehatan, fokus utama aksi ini adalah mengembalikan keceriaan anak-anak melalui program psikososial. Relawan juga menyertakan program Mushafku (Indonesia Menulis Al-Qur’an) yang bertujuan menjadi bekal kegiatan anak-anak pada bulan Ramadan akhir Februari mendatang.

“Kegiatan hari ini merupakan kerja sama AQL Islamic Center, FUIB, dan JATI. Kami mengadakan pengobatan gratis, psikososial untuk anak-anak, serta berbagi logistik. Kami juga membagikan Mushafku, salah satu program Indonesia Menulis Al-Qur’an. Program ini menjadi bagian dari trauma healing untuk melatih motorik anak-anak, yang nantinya akan menjadi bekal kegiatan mereka di bulan Ramadan,” ujar Novita

Mariana, Koordinator Relawan AQL Laznas Peduli. Ia menambahkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi.

“Hari ini sekitar 30-40 anak mengikuti trauma healing. Hingga pukul 11.00 WIB, sekitar 50 hingga 60 pasien telah mendapatkan pengobatan gratis. Kami juga menyalurkan perlengkapan ibadah seperti sarung, sajadah, mukena, serta bantuan pakaian layak pakai,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Armia Umumkan Pencairan Stimulan 5.947 Rumah Rusak dari BNPB, Ini Jadwalnya

Di tempat yang sama, perwakilan FUIB dan JATI, Adam Nurrachman, mengatakan bahwa pada aksi kemanusiaan ini pihaknya membawa tenaga profesional dari berbagai institusi syariah di Bekasi.

Di antaranya RS Syariah Ridhoka Salma, yang mengirimkan dua dokter dan dua perawat; Yayasan Pondok Pesantren Al-Imaroh, yang mengirimkan satu dokter dan dua guru; serta Yayasan Qobasat Annur, yang mengirimkan tiga herbalis dan dua guru.

Salah satu tenaga medis dari FUIB, Andi Roni, menjelaskan bahwa mayoritas warga mulai mengeluhkan penyakit metabolik dan infeksi kulit.

“Di titik keenam ini, kami menemukan banyak pasien mengeluhkan gatal-gatal, asam urat, hingga hipertensi. Hipertensi ini diduga dipicu faktor psikologis pascabencana serta pola makan tinggi garam. Kami juga mewaspadai ISPA karena debu sisa banjir masih cukup tebal, meskipun kesadaran warga untuk menggunakan masker tergolong baik,” ujarnya.

Selain pengobatan medis konvensional, FUIB juga menghadirkan layanan Thibbun Nabawiyah atau pengobatan alternatif, seperti bekam dan akupunktur, yang ditangani oleh tenaga herbalis pria dan perempuan profesional.

Baca Juga :  Musyawarah Kerja Tim KBC SMAN 1 Simeulue Barat Bahas Persiapan SNBP/SNBT dan Tryout UTBK

Kehadiran tim medis di tengah permukiman menjadi tumpuan bagi warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan umum. Syafaruddin (50), salah satu warga yang memeriksakan diri, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Sejak pascabanjir, saya mengeluhkan kolesterol tinggi karena pola makan yang tidak menentu, begitu juga gula darah. Dengan adanya tim medis ini, kami sangat terbantu, apalagi pengobatan diberikan secara gratis. Kami kesulitan ke rumah sakit karena kendala kendaraan dan jarak yang jauh. Alhamdulillah, terima kasih banyak,” ujarnya.

Salah satu poin unik dalam aksi ini adalah program Mushafku dari Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Laznas Peduli. Selain bernilai ibadah, menulis Al-Qur’an digunakan sebagai instrumen terapi motorik bagi anak-anak agar tetap produktif dan tenang selama masa pemulihan pascabencana.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara AQL Laznas Peduli dari Jakarta serta FUIB dan JATI dari Bekasi, Jawa Barat, mampu memberikan dampak nyata dalam mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat Aceh Tamiang, yang dimulai dari pusat spiritualitas mereka, yakni masjid. [Andre]