Wakil Bupati Tegal Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Padasari

Wakil Bupati Tegal Achmad Kholid menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Selasa (3/2/26). Foto: Ikhwanudin/Durasi.co.id

TEGAL, DURASI.co.id – Ratusan warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, terpaksa mengungsi setelah bencana tanah bergerak merusak puluhan rumah dan mengancam keselamatan permukiman.

Menyikapi kondisi darurat tersebut, Wakil Bupati Tegal Achmad Kholid turun langsung ke lokasi bencana pada Selasa malam (3/2/2026) guna memastikan evakuasi warga dan penanganan darurat berjalan optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi unsur BPBD Kabupaten Tegal, pemerintah desa, Forkopimcam Jatinegara, serta personel Batalyon 407. Mereka meninjau sejumlah titik terdampak sekaligus memastikan proses evakuasi dan penanganan darurat berjalan optimal.

Berdasarkan data sementara di lapangan, bencana tanah bergerak ini berdampak pada wilayah empat RW dan 13 RT dengan total 530 kepala keluarga terdampak, termasuk Pondok Pesantren Al-Adalah. Demi keselamatan, warga telah dievakuasi ke posko pengungsian di RT 21, Dusun Dukuhlebak, Kecamatan Jatinegara.

Baca Juga :  Dini Hari Mencekam di Moro Karimun, Kobaran Api Hanguskan Empat Kendaraan

Usai peninjauan, Wakil Bupati Achmad Kholid menyampaikan bahwa seluruh warga di zona rawan telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

“Lokasi bencana harus dikosongkan untuk mengantisipasi pergerakan tanah lanjutan. Kami mengimbau warga tetap waspada dan menerapkan sistem tidur bergilir di posko pengungsian,” ujarnya.

Ia juga berharap masyarakat bersedia meninggalkan rumah sementara waktu demi keselamatan bersama. Pemerintah Kabupaten Tegal melalui BPBD telah menyiapkan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak.

Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kabupaten Tegal bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) hingga Selasa (3/2/2026) pukul 12.00 WIB, kondisi tanah di lokasi terdampak masih terpantau bergerak dan berpotensi meluas. Atas kondisi tersebut, pemerintah daerah menetapkan status siaga serta melaksanakan langkah-langkah penanganan darurat.

Baca Juga :  Pabrik Es Diduga Milik PT Dedy Jaya Lambang Perkasa di Pemalang Nyaris Bangkrut, Karyawan Dirumahkan Tanpa Gaji

Tercatat 104 rumah warga mengalami kerusakan dan terdampak langsung. Sebanyak 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa terdampak, yang tersebar di RW 02, RW 03, RW 04 Dukuh Tigasari, serta RW 01 Dukuh Padareka, Desa Padasari.

Selain permukiman, bencana ini juga merusak sejumlah infrastruktur vital, meliputi tiga titik jalan desa dan kabupaten, satu bendung irigasi, serta satu jembatan desa yang kini dalam kondisi rawan. Beberapa fasilitas umum dan sosial, seperti sekolah, pondok pesantren, musala, dan polindes, berada di zona berpotensi bahaya dan terus dipantau secara intensif.

Hingga saat ini, pengungsian terpusat di SD Negeri 01 Padasari, Dukuh Tigasari, dengan delapan kepala keluarga telah mengungsi. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah seiring perkembangan kondisi tanah.

Baca Juga :  Jumat Berkah, Ormas 234SC Pemalang Bersama WPSP Bagikan Ratusan Paket Nasi Kotak

Untuk mendukung penanganan darurat, pos lapangan telah didirikan di Balai Desa Padasari sebagai pusat koordinasi, pemantauan, dan distribusi bantuan. BPBD Kabupaten Tegal bersama unsur TNI, Polri, PMI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DPUPR, serta relawan terus melakukan koordinasi lintas sektor.

Pemerintah Kabupaten Tegal juga tengah menyiapkan mekanisme penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta merencanakan penetapan masa tanggap darurat selama 14 hari, menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. [Ikhwanudin]