Drainase dan Trotoar di Depan Rally Padel Sei Panas Dirobohkan Pengusaha, Mengapa Disperkimtan Batam yang Memperbaiki

Petugas Disperkimtan Batam melakukan perbaikan trotoar di sekitar lokasi pembangunan Rally Padel Sei Panas, Senin (2/3/26). Foto: Durasi.co.id

BATAM, DURASI.co.id – Aktivitas pembangunan sarana olahraga baru bernama Rally Padel di Jalan Laksamana Bintan, Kelurahan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota, memicu pertanyaan publik. Drainase dan trotoar di pinggir jalan utama dibongkar.

Pantauan Durasi.co.id pada Senin (2/3/2026), perbaikan trotoar dilakukan oleh petugas dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam, bukan oleh pengusaha yang melakukan pembongkaran.

Pengawas Disperkimtan Batam, Haryono, saat ditemui di lokasi mengatakan pihaknya melakukan perbaikan karena area tersebut masih termasuk jalur hijau.

“Kita mau menghijaukan ulang,” kata dia.

Saat ditanya mengapa perbaikan dilakukan oleh Disperkimtan Batam, padahal drainase dan trotoar dibongkar oleh pihak pengusaha, Haryono mengaku tidak mengetahui alasannya.

Baca Juga :  Proyek Flyover Sei Ladi Dimulai, Rampung Desember 2024
Mobil operasional Disperkimtan Kota Batam terparkir di lokasi pembangunan Rally Padel, Senin (2/3/26). Foto: Durasi.co.id

Sementara itu, manajemen Rally Padel, Divendy, mengatakan bahwa pihaknya adalah penyewa lahan dan tidak terlibat dalam pengerjaan proyek atau pekerjaan infrastruktur yang sedang dibicarakan.

“Sejak awal kami hadir dengan niat sederhana menyediakan ruang olahraga yang sehat, nyaman dan menjadi tempat berkumpulnya komunitas. Kami menjalankan usaha ini dengan komitmen untuk selalu taat pada aturan pemerintah serta tetap peduli terhadap lingkungan sekitar,” kata Divendy kepada Durasi.co.id, Selasa (3/3/2026).

Sebelumnya, kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap potensi dampak lingkungan, terutama risiko banjir di kawasan hilir.

Salah seorang warga setempat, berinisial AL, menyayangkan pelaksanaan proyek yang dinilai kurang memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa penutupan maupun penyempitan drainase dapat menimbulkan persoalan serius bagi wilayah terdampak.

“Ini paritnya malah ditutup tanah timbunan. Padahal drainase ini jalur air vital,” ujarnya.

Menurutnya, aliran air dari Jalan Laksamana Bintan mengarah ke kawasan Bengkong, termasuk area sekitar SMP Negeri 6 Batam yang selama ini dikenal rawan banjir saat hujan deras.

Baca Juga :  ABH Relokasi Pipa di Depan Perumahan Anggrek Mas, Ini Area Terdampak

“Daerah Bengkong, apalagi dekat SMPN 6 itu sudah sering sekali banjir kalau hujan. Itu air kiriman dari atas (Sei Panas). Kalau di sini paritnya ditutup atau tersumbat karena proyek Rally Padel ini, otomatis air akan meluap liar. Bukannya berkurang, banjir di sana pasti makin parah nanti,” katanya.

Kepala Dinas Perkimtan Batam, Eryudhi Apriadi, yang dikonfirmasi sejak Senin (2/3/2026) terkait anak buahnya yang melakukan perbaikan di lokasi, tidak merespons. [red]