ACEH TAMIANG, DURASI.co.id – Langkah konkret diambil Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, dalam mempercepat penanganan dampak bencana banjir di wilayahnya. Pada Kamis (16/4/2026), bupati dijadwalkan menemui Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, di Jakarta untuk menyerahkan langsung usulan stimulan bantuan sosial (bansos) bagi puluhan ribu warga terdampak.
Usulan yang dibawa merupakan tahap lanjutan, yakni tahap 3 dan tahap 4, yang mencakup total 40.515 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 143.711 jiwa. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk pemenuhan jaminan hidup (jadup), bantuan isi hunian, hingga program stimulan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
“Insyaallah, besok berkas usulan ini kami serahkan langsung kepada Pak Menteri di Jakarta. Ini adalah komitmen pemerintah daerah untuk memastikan penanganan dampak banjir dilakukan secara cepat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Armia Pahmi, Rabu (15/4/2026).
Dalam keterangannya, Bupati Armia merinci bahwa usulan besar ini terbagi dalam dua kelompok data utama demi tertib administrasi. Tahap 3 mencakup sebanyak 20.863 KK atau 74.405 jiwa, sementara tahap 4 mencakup 19.652 KK yang terdiri atas 69.306 jiwa warga terdampak.
Langkah jemput bola ke pemerintah pusat ini dinilai sangat krusial agar proses verifikasi dan validasi di tingkat kementerian dapat segera dilakukan. Hal ini mengingat besarnya jumlah warga yang menggantungkan harapan pada bantuan stimulan tersebut untuk memulai kembali kehidupan normal mereka.
Strategi ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam memastikan distribusi bantuan dilakukan secara merata. Pemerintah daerah berupaya agar tidak ada satu pun warga terdampak yang terlewatkan dalam pendataan tahap lanjutan ini.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebelumnya telah berhasil merealisasikan penyaluran bantuan untuk tahap 1 dan tahap 2. Pada periode tersebut, bantuan telah menjangkau sebanyak 13.516 KK atau sekitar 47.633 jiwa di berbagai wilayah kecamatan.
Bantuan yang telah disalurkan sebelumnya mencakup berbagai aspek perlindungan sosial, mulai dari dukungan kebutuhan dasar hingga bantuan pemulihan ekonomi. Keberhasilan tahap awal ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah daerah untuk mengajukan permohonan bantuan dalam skala yang lebih besar.
Program bansos ini merupakan implementasi kebijakan Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam penanganan bencana nasional. Hal ini selaras dengan regulasi terkait perlindungan sosial bagi warga yang mengalami kerugian material akibat bencana alam yang tidak terduga.
Di akhir keterangannya, Armia Pahmi secara khusus meminta dukungan dan doa restu dari seluruh elemen masyarakat Bumi Muda Sedia. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pusat terus terjaga demi kelancaran proses administrasi di Kemensos.
“Kami sangat berharap doa dari seluruh masyarakat agar usulan ini segera disetujui dan direalisasikan. Dengan dukungan semua pihak, percepatan pemulihan kondisi sosial dan ekonomi di Aceh Tamiang pascabanjir dapat segera terwujud,” pungkasnya dengan optimistis. [Andre]
Siap-Siap, Puluhan Ribu KK di Aceh Tamiang Bakal Terima Bansos Kemensos










