BATAM, DURASI.co.id – Ketua LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebuki), Thomas AE, menyoroti kasus 23 siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Batam yang mengalami diare dan muntah. Ia meminta pihak sekolah melakukan evaluasi menyeluruh serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan makanan dan kesehatan lingkungan sekolah.
“Seorang pemimpin, termasuk kepala sekolah, harus transparan dalam memimpin. Apa pun yang terjadi di lingkungan sekolah harus terbuka jika ada yang bertanya. Makanan yang disajikan kepada siswa harus dipastikan higienis dan sehat,” ujar Thomas, Jumat (15/5/2026).
Ia menilai peristiwa siswa mengalami diare dan muntah tersebut sebagai kejadian yang memprihatinkan dan berpotensi menurunkan kepercayaan orang tua terhadap sekolah. Menurutnya, kasus ini harus menjadi bahan evaluasi serius agar tidak terulang kembali, termasuk pada aspek kepemimpinan sekolah.
“Kalau kami melihat dan menilai mungkin memang beliau ini tidak pas menjadi kepala sekolah, jadi kalau bisa diganti lah dengan seorang kepala sekolah yang kompeten dan kredibel,” ucapnya.
Thomas juga menekankan pentingnya tanggung jawab sekolah sebagai pihak yang dipercaya orang tua dalam menjaga kesehatan dan keselamatan siswa.
“Jangankan anak didik yang mengalami kejadian tersebut, orang tua juga merasa trauma. Mana ada orang tua yang mau mengalami hal seperti ini terjadi pada anak yang mereka percayakan kepada pihak sekolah. Seharusnya amanah yang diberikan untuk mendidik dan menjaga anak-anak mereka dapat dijalankan dengan baik. Jangan mempekerjakan kepala sekolah yang tidak mampu. Kalau tidak diganti beliau ini berarti ada pembiaran,” tegas Thomas.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Batam melakukan investigasi lapangan pada Rabu (13/5/2026) terkait kasus 23 siswa MAN Insan Cendekia Batam yang mengalami diare dan muntah pada (28/4/2026) lalu. Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah catatan terkait kondisi lingkungan dan sanitasi sekolah.
Karyawan dapur diketahui telah memakai alat pelindung diri (APD), namun tidak menggunakan masker saat bekerja. Penjamah makanan juga disebut telah mengikuti penyuluhan keamanan pangan, tetapi belum memiliki sertifikat resmi.
Selain itu, kantin sekolah belum memiliki Surat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS). Hasil investigasi juga mencatat belum tersedianya hasil analisa pengujian air secara berkala dari lembaga terakreditasi terhadap depot air minum isi ulang yang digunakan warga sekolah.
Dalam aspek perilaku, tim investigasi menilai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) belum berjalan dengan baik. Dispenser air minum juga disebut tidak rutin dibersihkan.
Sementara itu, Kepala MAN IC Batam, Kamal, yang dikonfirmasi terkait pernyataan Ketua LSM Gebuki, serta aspek higiene dan sanitasi di lingkungan sekolah, memilih memblokir nomor WhatsApp wartawan. [red]
BERITA TERKAIT:
1. Siswa MAN Insan Cendekia Batam Diduga Keracunan Makanan Katering, Alami Diare dan Muntah
2. Kepala MAN Insan Cendekia Batam Bungkam soal Dugaan Siswa Keracunan Makanan Katering
4. 23 Siswa Alami Diare dan Muntah, Kepala MAN IC Batam Tak Tahu Penyebabnya
5. Besok, Dinkes Batam Turun ke Lapangan Telusuri Kasus 23 Siswa MAN IC Alami Diare dan Muntah







