MEDAN, DURASI.co.id – Anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak mengajak seluruh masyarakat dari berbagai kalangan untuk menanamkan pemahaman Ideologi Pancasila sejak dini. Menurutnya, pengamalan dan pemahaman terhadap Pancasila dapat memperkuat serta menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan.
Hal itu disampaikan Paul Mei Anton Simanjuntak saat melaksanakan kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Tahun Anggaran 2026 di Jalan Batu Putih, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (20/6/2026) sore.
Paul mengatakan tujuan sosialisasi materi Pancasila sebagai sumber nilai, moral, dan etika publik adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat Kota Medan agar menjadikan Pancasila sebagai sumber nilai, moral, dan etika politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Paul, pemahaman terhadap Pancasila akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita yang terdiri atas berbagai suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) perlu memahami ideologi Pancasila agar tumbuh dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi,” ujar Paul yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Medan di hadapan ratusan peserta.
Ia menambahkan, sila-sila yang terkandung dalam Pancasila merupakan pandangan hidup serta nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh nilai tersebut dirangkum dalam konsep Pancasila.
Dengan mengamalkan ideologi Pancasila, masyarakat akan memiliki kesadaran untuk menjunjung silaturahmi, adat istiadat, gotong royong, kehidupan beragama, musyawarah, sikap saling menghargai, dan perilaku yang beradab.
Paul juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan dapat menanamkan nilai toleransi serta memperkuat persatuan dan kesatuan. Hal itu dinilai sangat penting bagi masyarakat Kota Medan yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya.
Selain itu, penanaman kembali nilai-nilai Pancasila penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di tengah masyarakat. Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa harus terus dijaga dan diamalkan.
“Dengan demikian, kita akan semakin mencintai dan bangga menjadi warga negara Indonesia serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan,” paparnya. [Nababan]









