Berita  

Kolaborasi Pemkab Dharmasraya dan CSR PT Bina Perluas Pembangunan Jalan Timpeh hingga 1,5 Kilometer

Kepala Dinas PUPR Dharmasraya Zakirman meninjau ruas jalan Marga Makmur-SP 3, baru-baru ini. (Foto: Diskominfo)

DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memanfaatkan kolaborasi dengan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran daerah. Melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bina Pratama Sakato Jaya (PT Bina), proyek peningkatan jalan di Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh, mampu menjangkau hingga 1,5 kilometer atau hampir dua kali lipat dari kapasitas yang dapat dibiayai APBD.

Ruas jalan tersebut menghubungkan Marga Makmur dengan SP 3 dan menjadi akses utama menuju Beringin Sakti. Jalur itu juga berperan penting sebagai lintasan aktivitas masyarakat serta kendaraan pengangkut kelapa sawit dan Crude Palm Oil (CPO).

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengatakan sinergi dengan dunia usaha menjadi solusi agar pembangunan tetap berjalan meskipun kemampuan fiskal daerah masih terbatas.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kita harus mampu membangun sinergi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi solusi agar pembangunan tetap berjalan dan kemanfaatannya bisa dirasakan lebih luas,” ujar Annisa di Pulau Punjung.

Baca Juga :  Nostalgia, Kajati Kepri Silaturahmi ke SMPN 1 Belakang Padang

Ia menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp3,96 miliar untuk pembangunan ruas Marga Makmur–SP 3. Namun, apabila seluruh tahapan pekerjaan mulai dari pembangunan fondasi hingga pengaspalan hanya mengandalkan APBD, panjang jalan yang dapat dikerjakan diperkirakan hanya sekitar 800 meter.

Menurut Annisa, kehadiran dana CSR membuat cakupan proyek meningkat menjadi 1.500 meter sehingga manfaat pembangunan yang diterima masyarakat juga bertambah secara signifikan.

Skema kerja sama tersebut membagi tugas antara pemerintah daerah dan perusahaan. PT Bina menangani pekerjaan lapisan pondasi agregat B dan agregat A sesuai rekomendasi konsultan teknis. Setelah pekerjaan itu selesai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya akan melanjutkan proses pengaspalan menggunakan dana APBD.

Perbaikan jalan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat Nagari Taratak Tinggi. Selama bertahun-tahun, warga harus melewati jalan yang rusak, terutama saat musim hujan ketika permukaan jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan.

EM Rizal, salah seorang warga, mengungkapkan kondisi jalan sebelumnya sangat menyulitkan pengguna.

Baca Juga :  Tiga Bencana Mesti Diwaspadai, Legislator Rustamsyah Bilang Bencana Sosial Paling Parah

“Dulu kalau musim hujan, jalanan menjadi sangat licin dan parah, bahkan banyak kendaraan yang sampai terperosok ke dalam parit. Sebaliknya saat musim panas, debunya bukan main tebalnya hingga mengganggu kesehatan masyarakat pengguna jalan,” katanya.

Rizal bersama tokoh masyarakat lainnya, yakni MasUda Malanca, Pak Chimen, dan Ook Ahdori Suliman, mengaku bersyukur karena pembangunan jalan yang telah lama dinantikan akhirnya mulai diwujudkan secara bertahap.

Hal senada disampaikan Wali Nagari Taratak Tinggi, Debita Darni Sumarja. Ia mengatakan jalan tersebut menjadi urat nadi mobilitas ratusan warga untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga urusan administrasi pemerintahan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati dan PT Bina yang telah berkolaborasi mewujudkan harapan masyarakat,” ujar Debita.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, Zakirman, menyebut pekerjaan lapisan pondasi oleh PT Bina telah dimulai sejak Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026.

Baca Juga :  Delegasi Johor Kunjungi Pulau Penyengat, Perkuat Hubungan Serumpun Kepri-Malaysia

“Setelah lapisan agregat A tuntas, tim kami akan melakukan penilaian teknis terlebih dahulu. Setelah dinyatakan layak, Pemkab Dharmasraya akan segera membuka proses lelang pengaspalan yang dijadwalkan pada Agustus mendatang,” jelas Zakirman.

Sementara itu, Pimpinan PT Bina Pratama Sakato Jaya, Hendra N. Husni, menegaskan perusahaan berkomitmen mendukung pembangunan di wilayah operasionalnya. Menurutnya, perusahaan siap melanjutkan kolaborasi secara bertahap untuk membantu penyelesaian jalan poros sepanjang 13 kilometer di kawasan tersebut.

“Jalan ini juga merupakan akses menuju perusahaan yang digunakan bersama oleh masyarakat, sehingga sudah sepatutnya kami ikut berkontribusi dalam pembangunannya,” kata Hendra.

Pembangunan jalan di Kecamatan Timpeh merupakan satu dari lima proyek infrastruktur berbasis CSR yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya pada tahun ini. Empat proyek lainnya berada di Jalan Koto Gadang yang didukung konsorsium lima perusahaan, Jalan Wonotiung–Koto Salak oleh PT DSL, Bukit Hujan oleh PT TKA, serta Jalan Sinamar yang dikerjakan bersama KUD setempat. [Sonia]