Berita  

Wisman ke Riau Tembus 31.747 Kunjungan, Naik 24,68 Persen dalam Sebulan

Festival Pacu Jalur Kuansing. (Ist)

PEKANBARUDURASI.co.id – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Riau menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang Mei 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat sebanyak 31.747 kunjungan wisman selama periode tersebut, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan rilis BPS Riau pada Rabu (1/7/2026), jumlah kunjungan wisman pada Mei 2026 naik 24,68 persen dibanding April 2026 yang mencapai 25.462 kunjungan. Secara tahunan (year on year), kenaikannya bahkan mencapai 35,33 persen dibanding Mei 2025.

Meningkatnya arus wisatawan terlihat di sejumlah pintu masuk utama, seperti Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan beberapa pelabuhan di Riau, yang mengalami aktivitas lebih padat dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa dari total kunjungan tersebut, sebanyak 7.505 wisman tercatat melalui empat pintu masuk utama imigrasi. Sementara 24.242 kunjungan lainnya diperoleh melalui Mobile Positioning Data (MPD) di Kabupaten Bengkalis.

Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru masih menjadi pintu masuk utama dengan 4.028 kunjungan. Selanjutnya disusul Pelabuhan Dumai sebanyak 1.647 kunjungan, Pelabuhan Bengkalis 1.143 kunjungan, dan Pelabuhan Tanjung Harapan di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 687 kunjungan.

Baca Juga :  Kabupaten Buol Meriahkan HUT ke-78 RI dengan Lomba Tradisional dan Olahraga Kreasi

Asep mengatakan, kenaikan kunjungan melalui pintu masuk utama imigrasi yang mencapai 59,44 persen turut dipengaruhi aktivitas industri di wilayah Riau.

“Salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut adalah kegiatan Turn Around (TO) Pertamina di Kota Dumai yang berlangsung sejak 1 Mei 2026,” ujar Asep.

Dilihat dari negara asal, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi dengan 15.940 kunjungan atau sekitar 50,21 persen dari total wisman yang datang ke Riau. Berikutnya berasal dari Tiongkok sebesar 9,46 persen, Filipina 6,05 persen, Singapura 4,00 persen, dan India 3,10 persen.

Di sisi lain, wisatawan asal Amerika Serikat mencatat peningkatan tertinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yakni mencapai 72 persen. Disusul wisatawan asal Inggris yang meningkat 59,96 persen.

Menanggapi capaian tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, mengapresiasi data yang disajikan BPS Riau karena dinilai menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pengembangan sektor pariwisata.

“Kami sangat mengapresiasi data yang akurat dari rekan-rekan BPS Riau. Angka-angka ini menjadi kompas penting bagi Pemerintah Provinsi Riau dalam membaca pergerakan pasar sekaligus mengevaluasi efektivitas kebijakan di lapangan,” kata Tekad Perbatas, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga :  Ditandatangani Gubernur Riau, BP Batam Resmi Kelola Gedung Pusat Promosi se-Sumatera

Menurutnya, tren positif tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan daya saing sektor pariwisata.

“Letak geografis Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura adalah modal besar yang harus terus kami optimalkan. Sehingga, sektor pariwisata di Riau bisa memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Selain didukung aktivitas bisnis dan industri, Riau juga memiliki beragam destinasi wisata yang menjadi daya tarik wisatawan. Di antaranya Istana Siak Sri Indrapura di Kabupaten Siak yang menyimpan sejarah Kesultanan Siak, Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar sebagai situs Buddha tertua di Sumatra, Puncak Kompe, Air Terjun Gulamo, hingga Masjid Raya Agung An-Nur di Pekanbaru yang dikenal dengan arsitekturnya yang megah.

Pertumbuhan kunjungan wisatawan turut berdampak pada sektor perhotelan. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Riau pada Mei 2026 mencapai 47,18 persen. Angka tersebut naik 1,69 poin dibanding April 2026 dan meningkat 2,59 poin dibandingkan Mei tahun lalu.

Baca Juga :  Peringatan Hari Pahlawan 2023: Semangat Bangkit untuk Melawan Kemiskinan dan Kebodohan

Hotel bintang 4 menjadi pilihan utama wisatawan dengan TPK tertinggi sebesar 57,35 persen. Disusul hotel bintang 3 sebesar 51,37 persen, hotel bintang 2 mencapai 41,56 persen, dan hotel bintang 1 sebesar 27,50 persen.

Tidak hanya tingkat hunian yang meningkat, rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang juga mengalami kenaikan menjadi 1,29 malam pada Mei 2026.

Asep mengungkapkan, wisatawan mancanegara memiliki durasi menginap lebih lama dibanding tamu domestik.

“Rata-rata tamu mancanegara menginap selama 2,05 malam atau sekitar dua hingga tiga malam,” katanya.

Sementara tamu domestik rata-rata menginap selama 1,28 malam. Hotel bintang 4 masih menjadi akomodasi yang paling banyak dipilih oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Peningkatan jumlah kunjungan wisman, membaiknya tingkat hunian hotel, serta bertambahnya lama menginap menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata Riau. Pemerintah daerah berharap tren ini dapat terus dipertahankan sehingga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, industri pariwisata, dan sektor ekonomi kreatif di daerah. [bud]