Tak Lagi Cari Baskom Saat Hujan, Rumah Jaipah Kini Lebih Nyaman Ditempati

Redaksi Durasi
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Medan Airin meninjau rumah penerima manfaat RTLH, Rabu (5/8/26).

MEDAN, DURASI.co.id – Selama lebih dari 20 tahun, Jaipah tinggal di rumah di Jalan Bunga Sakura, Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, dengan kondisi atap dan dinding yang kerap bocor. Setiap hujan turun, baskom pun disiapkan untuk menampung air yang merembes dari atap.

Perbaikan dilakukan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan. Ketika memiliki uang, satu keping seng dibeli untuk mengganti bagian atap yang rusak, sementara dinding yang bocor ditutup seadanya.

Kini, kondisi rumah Jaipah telah berubah. Rumah tersebut direhabilitasi melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemko Medan. Ia pun tidak lagi harus menyiapkan baskom setiap kali hujan turun.

Baca Juga :  Kepala Desa Bersertifikat Basarnas Bakal Dapat Insentif, Bobby Nasution Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Sumut

“Kami mengucapkan terima kasih, Pak Wali. Selama ada rumah kami ini, enak, tenang, tidak hujan, kita tidak takut lagi. Dulu kalau angin, kita takut. Hujan, kita mencari baskom,” ujar Jaipah saat rumahnya ditinjau Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas, Rabu (5/8/2026).

Selama ini, lanjutnya, perbaikan dilakukan sesuai kemampuan. Satu keping seng dibeli, kemudian keping lainnya. Dinding yang bocor juga ditutup menggunakan seng.

“Ada uang, satu keping dibeli. Dindingnya pun bocor, pakai seng untuk menutupinya,” tuturnya.

Jaipah memperkirakan kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari 20 tahun. Setelah rumahnya direhabilitasi, ia mengaku lebih nyaman menempatinya.

Baca Juga :  Rico Waas Lepas Ribuan Pelari, Medan Siap Jadi Tuan Rumah Event Lari Skala Besar

Rumah Jaipah menjadi salah satu dari tiga rumah penerima manfaat yang ditinjau Rico Waas di Kecamatan Medan Tuntungan. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung hasil rehabilitasi sekaligus memastikan kualitas pekerjaan sebelum rumah dimanfaatkan masyarakat.

Dalam peninjauan itu, Rico Waas masih menemukan sejumlah bagian yang perlu disempurnakan, terutama pekerjaan pengecatan. Ia meminta seluruh pekerjaan diselesaikan dengan baik dan tidak dikerjakan setengah-setengah.

Menurut Rico Waas, kualitas menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan program RTLH. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat harus menghasilkan rumah yang benar-benar layak ditempati.

Rico Waas menjelaskan, penerima program diusulkan melalui kelurahan dan kecamatan. Usulan tersebut kemudian dibahas melalui musyawarah dan diverifikasi berdasarkan kondisi rumah serta data calon penerima manfaat, termasuk desil penerima.

Baca Juga :  Bupati Nias Barat Hadiri Penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Kemensos

Untuk tahun ini, Pemko Medan menargetkan rehabilitasi 213 unit RTLH yang tersebar di seluruh kecamatan. Jumlah tersebut belum mencakup seluruh rumah warga yang membutuhkan perbaikan sehingga program akan dilanjutkan secara bertahap.

Setiap unit rumah mendapat anggaran rehabilitasi sebesar Rp120 juta. Rico Waas menegaskan, anggaran untuk program tersebut bersumber murni dari APBD Kota Medan. [Nababan]