DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Tradisi olahraga rakyat Selaju Sampan Badunsanak kembali semarak di Kabupaten Dharmasraya. Ribuan warga memadati tepian Batanghari, Kampung Pulai, Nagari Sitiung, selama dua hari pelaksanaan, 15–16 Agustus 2026.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak perlombaan berlangsung. Puluhan tim dayung dari Dharmasraya maupun daerah lain turut bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam ajang olahraga tradisional tersebut.
Kehadiran masyarakat tidak hanya menghidupkan kembali tradisi yang sempat vakum, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Ratusan pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka usaha di sekitar lokasi kegiatan.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy yang hadir langsung dalam kegiatan itu mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, Selaju Sampan Badunsanak memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda pariwisata daerah.
Vasko bahkan meminta Dinas Pariwisata Sumatera Barat meningkatkan dukungan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan pada 2027.
“Kita ingin pelaksanaan tahun depan digelar jauh lebih meriah dan masif. Ini adalah potensi pariwisata luar biasa yang harus terus kita dukung agar semakin dikenal luas di Sumatera Barat,” kata Vasko.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang ikut mendukung keamanan dan kelancaran kegiatan, di antaranya Polda Sumbar melalui Polres Dharmasraya, Kodim 0310/SSD, anggota DPRD Sumbar Sutan Varel Oriano, anggota DPRD Dharmasraya Teddy Waldian, serta ninik mamak, pemuda, dan tokoh masyarakat.
Dukungan terhadap keberlanjutan Selaju Sampan Badunsanak juga disampaikan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyiapkan anggaran Rp150 juta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya.
Annisa mengatakan Selaju Sampan Badunsanak merupakan bagian dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Dharmasraya.
“Dahulunya ini merupakan salah satu identitas olahraga rakyat dan budaya di Kabupaten Dharmasraya, bahkan jauh sebelum daerah lain menjadikan olahraga adu cepat perahu ini sebagai ikon pariwisata,” ujar Annisa.
Selain dukungan pemerintah daerah, Annisa memberikan bonus pribadi kepada tiga tim yang berhasil meraih posisi juara. Masing-masing juara I, II, dan III mendapatkan tambahan uang tunai Rp2 juta.
Dalam perlombaan tersebut, tim Harimau Buas dari Kuantan Singingi keluar sebagai juara pertama dan berhak menerima hadiah utama Rp10 juta.
Posisi kedua ditempati Harok Cameh dari Padang Laweh dengan hadiah Rp7 juta. Sementara itu, tim Saduduak Sapamainan dari Pulau Mainan menempati posisi ketiga dan memperoleh hadiah Rp5 juta.
Jika ditambah bonus pribadi dari Bupati Annisa, total hadiah yang diterima para pemenang menjadi Rp12 juta untuk juara I yang diraih Harimau Buas dari Kuantan Singingi, Rp9 juta untuk juara II Harok Cameh dari Padang Laweh, dan Rp7 juta untuk juara III Saduduak Sapamainan dari Pulau Mainan.
Pelaksanaan Selaju Sampan Badunsanak 2026 merupakan hasil kolaborasi Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Budparpora Kabupaten Dharmasraya. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi lokal, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi melalui sektor UMKM dan pariwisata. [Sonia Chaniago]









