Strategi Taktis Bupati Annisa: Kendalikan Karhutla, Amankan Ekonomi dan Pendidikan Dharmasraya

Redaksi Durasi
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memberikan sambutan dalam kegiatan Deklarasi Bersama Anti-Karhutla di Auditorium Dharmasraya, Kamis (3/9/26).

DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperkuat langkah pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah kondisi iklim ekstrem El Nino Godzilla. Di bawah kepemimpinan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, berbagai langkah antisipatif dilakukan untuk menekan risiko kebakaran sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui penandatanganan Deklarasi Bersama Anti-Karhutla di Auditorium Dharmasraya, Kamis (3/9/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sementara Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni menyampaikan langsung arahan Bupati Annisa kepada para camat dan wali nagari.

Dalam arahannya, Bupati Annisa meminta seluruh pihak tidak berhenti pada deklarasi semata. Setiap poin yang telah disepakati harus diwujudkan dalam tindakan konkret, terutama melalui pemetaan wilayah yang rawan kebakaran dan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pembukaan lahan.

“Deklarasi yang kita ucapkan bersama bukan sekadar seremonial, melainkan pernyataan sikap dan komitmen nyata yang harus langsung diimplementasikan di lapangan,” tegas Bupati Annisa.

Sejumlah langkah cepat juga telah dilakukan Pemkab Dharmasraya ketika kabut asap mulai terdeteksi. Salah satunya dengan mendistribusikan masker secara masif kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kelompok rentan.

Baca Juga :  Pemkab Dharmasraya Pasang 700 PJU Meterisasi, Tuntas Akhir Maret

Perlindungan terhadap anak-anak turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Annisa mengambil kebijakan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa TK dan PAUD selama tiga hari sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.

Setelah dilakukan evaluasi terhadap kondisi kualitas udara secara berkala, kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan. Namun, seluruh aktivitas pembelajaran diwajibkan berlangsung di dalam ruangan.

Langkah penanganan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas masyarakat. Hingga kini, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, serta kegiatan perkantoran di Dharmasraya masih berjalan normal.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi menyampaikan bahwa kondisi karhutla di wilayah tersebut saat ini telah terkendali. Hal itu tidak terlepas dari koordinasi antara BPBD, Damkar, TNI, Polri, perangkat kecamatan, dan pemerintahan nagari yang telah berlangsung secara intensif selama tiga pekan terakhir.

Berdasarkan pemantauan melalui sistem SiPongi Karhutla, tidak terdapat lagi titik api yang terpantau di wilayah Kabupaten Dharmasraya. Adapun kabut asap yang masih terlihat diduga berasal dari asap kiriman atau transboundary haze dari luar wilayah administratif Dharmasraya.

Baca Juga :  Perkuat Kolaborasi, Pemkab Solok MoU Dengan Pemprov DKI Jakarta

Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui pengerahan 66 personel Damkar yang ditempatkan di lima pos taktis. Selain itu, seluruh fasilitas kesehatan tetap beroperasi selama 24 jam untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Perbaikan kondisi udara pun mulai terlihat dalam sepekan terakhir. Indeks Kualitas Udara (AQI) Dharmasraya yang sebelumnya berada pada kategori Tidak Sehat dengan rata-rata indeks 134, kini membaik menjadi kategori Kurang Sehat/Sedang dengan rata-rata indeks 96.

Untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, Bupati Annisa juga meminta aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja. Penindakan tersebut berlaku bagi individu maupun korporasi yang terbukti melakukan pembakaran untuk kepentingan apa pun.

Menurutnya, penegakan hukum diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Dharmasraya.

Dukungan penanganan karhutla dan dampak kekeringan juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Bantuan yang disalurkan berupa dua unit mobil air dan satu unit truk tangki untuk memperkuat upaya penanggulangan di lapangan.

Baca Juga :  Bupati Annisa Lantik Medison sebagai Sekda Definitif Dharmasraya

Bupati Annisa juga meminta pemerintah nagari melakukan inventarisasi terhadap sarana pemadam darurat yang tersedia. Selain itu, ketersediaan sumber air harus dipastikan dan sistem pelaporan cepat secara berantai bersama Babinsa serta Bhabinkamtibmas perlu diaktifkan.

“Nasib kelestarian lingkungan dan kesehatan serta keselamatan masyarakat Dharmasraya ada di tangan kepedulian kita bersama. Mari kita kawal deklarasi ini dengan aksi nyata demi mewujudkan Dharmasraya Bebas Asap,” pungkas Bupati Annisa.

Penandatanganan deklarasi tersebut turut melibatkan unsur Forkopimda. Di antaranya Kapolres Dharmasraya yang diwakili Kabag Ops AKP Zamrinaldi, Dandim 0310/SSD yang diwakili Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman, serta Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya yang diwakili Kasi Datun Abrinaldy Anwar.

Kegiatan tersebut juga diikuti para kepala OPD, jajaran KPHP Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, serta seluruh camat dan wali nagari se-Kabupaten Dharmasraya. [Sonia Chaniago]