DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus membenahi infrastruktur jalan di kawasan pusat pemerintahan Pulau Punjung. Salah satu ruas yang kini hampir rampung ditata adalah koridor jalan eks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh dengan panjang sekitar 900 meter.
Pengaspalan ruas tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan pemerintahan yang semakin berkembang di kawasan tersebut.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan pengerjaan jalan itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses yang lebih nyaman dan aman. Sebelumnya, kondisi ruas jalan yang relatif sempit menyulitkan kendaraan, terutama ketika dua mobil berpapasan.
“Alhamdulillah, pengaspalan jalan di koridor eks RSUD Sungai Dareh sudah hampir selesai. Sebelumnya, ruas ini relatif sempit. Kendaraan, terutama mobil, cukup sulit ketika harus berpapasan,” ujar Annisa melalui akun media sosial resminya beberapa waktu lalu.
Kawasan eks RSUD Sungai Dareh kini berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas pemerintahan di Pulau Punjung. Sedikitnya delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkantor di kawasan tersebut. Selain itu, pembangunan permukiman, fasilitas sekolah, dan kegiatan ekonomi masyarakat juga terus tumbuh.
Menurut Annisa, perkembangan kawasan tersebut membuat pembenahan akses jalan menjadi kebutuhan penting. Penataan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menunjang aktivitas pemerintahan dan perkembangan kawasan dalam jangka panjang.
“Kawasan ini terus berkembang. Ada 8 OPD yang berkantor di sini, ditambah permukiman, sekolah, serta aktivitas masyarakat yang semakin ramai. Karena itu, jalan ini perlu kita benahi. Bukan hanya agar lebih nyaman dilalui, tetapi juga untuk mendukung aktivitas pemerintahan, masyarakat, dan perkembangan kawasan Pulau Punjung ke depan,” tuturnya.
Penataan koridor eks RSUD Sungai Dareh juga akan dilanjutkan dengan pengembangan sebagian ruas menjadi jalan dua jalur. Dari total panjang koridor sekitar 900 meter, sekitar 370 meter akan dikembangkan menjadi jalur dua sekaligus memberikan alternatif akses menuju jalan baru.
“Setelah pengaspalan, pekerjaan masih berlanjut dengan drainase, pemasangan kerb, dan penguatan badan jalan. Nantinya, sekitar 370 meter ruas ini akan menjadi jalur dua, sekaligus memberikan alternatif akses menuju jalan baru,” ujar Annisa.
Berdasarkan data teknis kegiatan, penataan koridor tersebut memiliki nilai kontrak Rp1.916.258.978. Pekerjaan dengan volume sekitar 0,9 kilometer itu dilaksanakan oleh PT Pratam Putra Sejahtera.
Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan pengetatan transfer pemerintah pusat ke daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyatakan pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan skala prioritas.
Annisa mengatakan pemerintah daerah tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang layak melalui pengelolaan keuangan daerah secara cermat.
“Kami memahami masih banyak kebutuhan infrastruktur yang harus kita tuntaskan. Insyaallah kondisi keuangan daerah terus kita kelola secara cermat agar pembangunan bisa terus kita lakukan secara bertahap, berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas. Mudah-mudahan semakin banyak kawasan yang lebih tertata, dan akses yang semakin nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya Zakirman melalui Kepala Bidang Bina Marga Willy Kurniawan mengatakan pekerjaan di koridor eks RSUD Sungai Dareh masih berlanjut setelah pengaspalan utama rampung.
Menurut Willy, pekerjaan lanjutan meliputi normalisasi drainase, penguatan struktur badan jalan menggunakan pasangan batu, serta pemasangan kerb atau kanstin sebagai pembatas jalur lalu lintas.
“Setelah pengaspalan, pekerjaan masih berlanjut dengan drainase, pemasangan kerb, dan penguatan badan jalan,” kata Willy. [Sonia Chaniago]









