Pemkab Dharmasraya Siapkan Rp8 Miliar untuk Tuntaskan Akses Sungai Limau-Sinamar

Jalan Sungai Limau-Batu Kangkung. (Foto: Diskominfo Dharmasraya)

DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di Kecamatan Asam Jujuhan yang berbatasan langsung dengan wilayah terluar. Setelah menyelesaikan pengaspalan jalan Sungai Limau–Batu Kangkung, pemerintah daerah kini menyiapkan anggaran Rp8 miliar untuk melanjutkan pembangunan konektivitas antarwilayah pada 2027.

Peningkatan akses jalan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian nagari. Perhatian terhadap infrastruktur di kawasan perbatasan juga merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan agar masyarakat di wilayah terluar memperoleh pelayanan dan fasilitas yang memadai.

Salah satu pekerjaan yang telah diselesaikan pada 2026 adalah pengaspalan ruas jalan Sungai Limau–Batu Kangkung sepanjang 1.330 meter. Proyek yang bersumber dari APBD 2026 dengan anggaran Rp1 miliar itu dikerjakan CV Pesona Riski.

Pekerjaan tersebut menggunakan aspal dengan ketebalan 5 sentimeter dan lebar jalan 3,8 meter. Dengan rampungnya pengaspalan, akses transportasi masyarakat di kawasan tersebut diharapkan semakin lancar dan nyaman.

Baca Juga :  Kemenag dan Baznas Dharmasraya Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidiah 1447 H/2026 M

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya, Zakirman, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Willy Kurniawan, mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur di Asam Jujuhan tidak terlepas dari perhatian Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Willy, penentuan prioritas pembangunan dilakukan berdasarkan aspirasi warga yang dihimpun langsung ketika bupati melakukan kunjungan lapangan. Infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Kehadiran Ibu Bupati di tengah masyarakat Asam Jujuhan menangkap esensi kebutuhan mendasar warga. Jalan ini adalah kunci mobilitas harian dan jalur logistik ekonomi. Oleh karena itu, komitmen ini kami jaga dan terus dilanjutkan secara bertahap namun pasti,” ungkap Willy.

Willy mengungkapkan, Pemkab Dharmasraya juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8 miliar dalam APBD 2027 untuk menuntaskan pembangunan akses penghubung antara Nagari Sungai Limau dan Nagari Sinamar.

Pembangunan tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi maupun aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Menjawab Jeritan Warga, Bupati Annisa Realisasikan Pengaspalan Jalan Marga Makmur-Beringin Sakti

“Alokasi Rp8 miliar untuk tahun 2027 difokuskan penuh demi menuntaskan interkoneksi Nagari Sungai Limau menuju Sinamar. Pembangunan yang adil dan merata adalah hak seluruh masyarakat Dharmasraya, termasuk mereka yang berada di wilayah terluar,” tegasnya.

Selain peningkatan infrastruktur jalan, pembangunan di Kecamatan Asam Jujuhan sepanjang 2026 juga mencakup sejumlah fasilitas publik dan sarana penunjang kegiatan masyarakat.

Beberapa program yang telah dan sedang direalisasikan meliputi pembangunan gedung kantor serta ruang tahanan Polsubsektor Asam Jujuhan dengan nilai anggaran Rp1,7304 miliar. Pembangunan fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di sektor infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga menjalin kerja sama dengan PT TKA melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) senilai Rp2,6 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pengerasan jalan sepanjang 8 kilometer serta pengecoran beton kaku (rigid beton) sepanjang 500 meter pada ruas Alahan Nan Tigo–Lubuk Besar.

Baca Juga :  Bupati Annisa Amankan Dukungan Rp1,225 Miliar untuk Bangun 30 Rumah Deret di Pulau Punjung

Sementara itu, untuk mendukung aktivitas perdagangan masyarakat, Pemkab Dharmasraya membangun los pasar Nagari Alahan Nan Tigo dengan anggaran Rp346 juta.

Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap fasilitas sosial dan keagamaan melalui pembangunan toilet serta tempat salat yang representatif di Nagari Alahan Nan Tigo dan Lubuk Malintang. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp92,7 juta.

Rangkaian pembangunan lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik.

Melalui pembangunan yang dilakukan secara bertahap, pemerintah daerah berharap konektivitas wilayah semakin baik, aktivitas ekonomi masyarakat berkembang, serta kesenjangan pembangunan antara kawasan pusat dan wilayah terluar dapat terus dikurangi.

Dengan demikian, pembangunan di Asam Jujuhan tidak hanya berorientasi pada peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. [Sonia Chaniago]