Akselerasi Kinerja Layanan dan Tata Kelola, RSBP Batam Serap Praktik Terbaik dari RS Tk II dr Soepraoen Malang

Direktur RSBP Batam dr Tanto Budiharto menyerahkan plakat kepada pihak RS dr Soepraoen Malang, Jumat (17/4/26). Foto: BP Batam

BATAM, DURASI.co.id – Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam tancap gas mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola institusi melalui kegiatan benchmarking dan studi banding ke Rumah Sakit Tk II dr Soepraoen, Malang, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis RSBP Batam dalam memperkuat daya saing layanan kesehatan, khususnya pada aspek pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), pengembangan rumah sakit pendidikan, serta transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

Direktur RSBP Batam, dr Tanto Budiharto, menyampaikan bahwa kunjungan ini difokuskan pada penggalian praktik yang dapat diadaptasi secara langsung guna meningkatkan kinerja layanan dan efisiensi operasional rumah sakit.

“Kami menitikberatkan pada hal-hal yang aplikatif dan berdampak langsung, terutama dalam penguatan manajemen layanan, efisiensi biaya, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien,” ujarnya.

Baca Juga :  BP Batam Perkuat Diplomasi Investasi lewat Perwakilan di Singapura

Melalui kegiatan benchmarking tersebut, RSBP Batam memperoleh sejumlah manfaat konkret yang akan menjadi dasar penguatan sistem internal rumah sakit. Salah satunya adalah penguatan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) berbasis kinerja, yang menjadi referensi dalam meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengurangi mutu layanan.

Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang optimalisasi pendapatan layanan melalui penguatan strategi peningkatan pendapatan, baik dari optimalisasi layanan maupun pengembangan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk asuransi kesehatan.

Di sisi lain, RSBP Batam juga mendapatkan pembelajaran terkait perbaikan manajemen layanan pasien, khususnya dalam pengendalian lama rawat dan perencanaan layanan yang lebih terstruktur. Hal ini bertujuan meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus menjaga keseimbangan antara kualitas layanan dan efisiensi biaya.

Manfaat lainnya adalah percepatan transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), yang diharapkan mampu memperkuat sistem pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan kecepatan layanan kepada pasien.

Kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai penguatan peran rumah sakit sebagai institusi pendidikan, termasuk tata kelola rumah sakit pendidikan, koordinasi dengan institusi akademik, serta pengelolaan kegiatan klinis.

Dari seluruh hasil tersebut, RSBP Batam juga mulai menyusun rencana aksi implementatif dengan mengidentifikasi langkah-langkah cepat (quick wins) yang dapat segera diterapkan di lingkungan rumah sakit.

Baca Juga :  Bermoduskan Relokasi, Oknum Sekretaris DPC Salah Satu Partai di Batam Perjualbelikan KSB

Kegiatan benchmarking ini juga diisi dengan pemaparan profil rumah sakit, diskusi interaktif, serta pertukaran pengalaman antar kedua institusi .

RSBP Batam menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam melakukan transformasi layanan kesehatan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memperoleh pembelajaran, tetapi juga bahan evaluasi untuk memperkuat sistem yang ada serta mendorong peningkatan kinerja layanan secara menyeluruh,” tukasnya. [na]