DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Kelangkaan LPG 3 kg bukan sekadar angka di atas kertas bagi Bupati Annisa. Di balik tabung hijau yang sulit dicari, terdapat keluh kesah ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang menggantungkan hidupnya pada nyala api kompor.
Memahami kondisi tersebut, Bupati Annisa bergerak taktis dengan melakukan langkah “gaspol” demi memastikan pasokan energi masyarakat kembali normal.
Melansir laporan dari Teras Sumatera, Minggu (5/4/2026) langkah besar diambil dengan mengusulkan lonjakan kuota yang signifikan kepada Dirjen Migas. Usulan yang semula berada di angka 7 ribuan kini ditingkatkan hingga menembus 11 ribu tabung.
“Ini adalah perjuangan untuk memastikan ketenangan di dapur-dapur masyarakat kita,” demikian pesan tersirat dari kebijakan responsif tersebut.
Seolah tak mengenal lelah, perjuangan Bupati Annisa tidak hanya berhenti pada urusan gas melon. Pada saat yang sama, komitmen pembangunan infrastruktur di Kabupaten Dharmasraya terus digenjot melalui rapat koordinasi lintas sektor bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Sinergi kuat dibangun bersama instansi teknis, seperti BPJN Sumbar, BWS V, hingga BPBPK Sumbar. Fokusnya jelas, yakni memastikan setiap usulan pembangunan di Dharmasraya, mulai dari jalan hingga fasilitas publik, mendapatkan jalur hijau untuk segera dieksekusi.
Langkah kolaboratif ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang berwibawa adalah kepemimpinan yang hadir pada saat sulit. Kini, masyarakat Dharmasraya menaruh harapan besar pada keputusan pemerintah pusat agar antrean panjang LPG segera menjadi bagian dari masa lalu dan roda ekonomi warga kembali berputar. [Rob]
Api Dapur Warga Jangan Sampai Padam: Ikhtiar “Gaspol” Bupati Annisa Jemput Tambahan 11 Ribu Tabung LPG







