TANJUNGPINANG, DURASI.co.id – Banjir pasang air laut atau rob kembali merendam permukiman dan jalan di pesisir Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), pada Minggu (2/3/2025).
Genangan air yang mencapai sebetis orang dewasa ini menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama di kawasan Jalan Sei Payung, Kelurahan Tanjung Unggat.
“Setiap kali air laut pasang, pasti banjir seperti ini. Kami sudah terbiasa, tapi tetap saja merepotkan karena akses jalan terputus,” ujar Yanto, salah satu warga setempat.
Di Jalan Sei Payung, air pasang tidak hanya menutup badan jalan tetapi juga membawa tumpukan sampah plastik yang mengambang di permukaan. Warga yang hendak beraktivitas terpaksa menunggu air surut.
“Waktu air naik, saya terpaksa menunda keluar rumah karena takut motor mogok,” kata Rina, warga lainnya yang terdampak.
Banjir rob mulai terjadi sejak pukul 11.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WIB. Selain mengganggu mobilitas, genangan air juga menimbulkan masalah kebersihan.
“Air yang masuk ke rumah membawa lumpur dan sampah. Kami harus membersihkan lagi setelah surut, belum lagi risiko penyakit akibat air kotor,” ungkap Siti, seorang ibu rumah tangga.
Sebagian warga hanya bisa pasrah dengan kondisi ini. “Kami berharap ada solusi dari pemerintah, mungkin dengan pembangunan tanggul atau perbaikan drainase. Kalau tidak, kami akan menghadapi masalah yang sama,” kata Rahmat, warga lainnya.
Sementara itu, Prakirawan BMKG, Nizam Mawardi, mengatakan fenomena banjir rob diperkirakan terjadi akibat adanya fenomena bulan. Hal ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum sehingga menimbulkan banjir rob.
“Masyarakat pesisir pantai dihimbau waspada banjir rob atau air laut pasang yang diprediksi berpotensi terjadi selama tujuh hari mulai 26 Februari 2025 hingga 4 Maret 2025,” ujarnya.
Penulis: Rudi
Editor: Aliman







