BI Kepri Fokus Ketahanan Pangan 2025, Salurkan Bantuan Pertanian ke Daerah

Kantor KPw BI Kepri di Batam Center. (Foto: Salvia/Durasi.co.id)

BATAM, DURASI.co.id – Untuk mengendalikan inflasi dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) menyalurkan beragam bantuan sarana dan prasarana (sarpras) ke sejumlah daerah.

Bantuan ini mencakup pembangunan greenhouse, mesin pengering, cold storage, hingga mesin reverse osmosis yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menstabilkan harga komoditas, terutama cabai yang kerap mengalami fluktuasi harga ekstrem.

Kepala KPw BI Kepri Rony Widijarto mengatakan bahwa dukungan ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pangan dan menjadi fokus BI Kepri di tahun 2025 ini.

“Kami melihat bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada mekanisasi dan inovasi dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, BI menyalurkan bantuan di berbagai daerah sesuai kebutuhan,” kata Rony, Kamis (20/2/2025).

Baca Juga :  Dispar Kepri Siap Bina BUMDes Kembangkan Desa Wisata

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian, BI Kepri menyalurkan bantuan berupa pembangunan greenhouse di Batam, Karimun, dan Natuna, mesin pengering di Lingga, traktor roda empat di Bintan, rumah pemasaran di Karimun dan sebuah cold storage di Batam.

“Selain itu, terdapat penyaluran mesin reverse osmosis di Batam, Bintan dan Karimun, sebuah mesin packaging di Batam dan mesin potong dan produksi di Batam,” jelasnya.

Disebutkannya, bantuan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memastikan stabilitas harga di pasar. Salah satu yang didorong adalah pengelolaan cabai agar tidak terjadi fluktuasi harga yang ekstrem.

“Harga cabai di Kepri memiliki kecenderungan fluktuasi karena pasokan cabai berasal dari luar daerah, maka kerap mengalami harga yang naik drastis pada momen-momen tertentu,” sebutnya.

Baca Juga :  Pengemudi Daihatsu Luxio Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Batam

Salah satu program yang dilaksanakan di 2024, kata Rony, adalah Gerakan Sekolah Menanam Cabai yang melibatkan sekolah-sekolah untuk menanam cabai sebagai bentuk edukasi dan ketahanan pangan sejak dini.

“Kami melihat peran UMKM sangat penting dalam rantai nilai pertanian. Jika hasil pertanian bisa dikaitkan dengan industri kecil, harga produk bisa lebih stabil,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan kontrak harga, petani tidak perlu berspekulasi dengan harga pasar yang naik-turun drastis.

“Dengan berbagai inisiatif ini, BI Kepri optimistis bahwa ketahanan pangan di Kepri akan semakin kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Rony.

Penulis: Salvia
Editor: Aliman