DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengintensifkan upaya perlindungan kesehatan siswa di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 15 puskesmas dikerahkan untuk membagikan masker gratis ke sekolah-sekolah guna mengurangi risiko gangguan pernapasan saat pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan berkoordinasi untuk memastikan siswa tetap mendapatkan perlindungan kesehatan di tengah kondisi udara yang memburuk.
Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Defina, mengatakan seluruh puskesmas di wilayah kerjanya telah diminta turun langsung ke sekolah untuk membagikan masker kepada peserta didik.
“Puskesmas di seluruh wilayah kerja langsung kami turunkan ke lapangan untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah. Ini komitmen nyata untuk membentengi kesehatan peserta didik dari dampak buruk kabut asap,” ungkap Yosta Defina, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Aprial Khamri Isra.
Pembagian masker kepada siswa merupakan bagian dari langkah penanganan dampak kabut asap yang dilakukan Pemkab Dharmasraya secara bertahap.
Sebelumnya, pemerintah daerah telah menyalurkan 5.000 masker kepada masyarakat melalui kerja sama Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya. Pada tahap berikutnya, sebanyak 10.000 masker kembali dibagikan untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap.
Selain itu, Pemkab Dharmasraya juga berhasil menyalurkan 50.000 masker yang berasal dari bantuan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy.
Melalui kebijakan terbaru ini, perhatian pemerintah daerah secara khusus diarahkan kepada siswa sekolah. Anak-anak termasuk kelompok rentan yang perlu mendapat perlindungan dari dampak buruk polusi udara, termasuk risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain membagikan masker, Bupati Annisa mendorong sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan anak selama beraktivitas.
Tenaga medis di 15 puskesmas juga disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada siswa yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Siswa yang mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya diimbau segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Pemerintah daerah berharap koordinasi lintas sektor tersebut dapat membantu menjaga kesehatan peserta didik sekaligus mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Melalui langkah ini, Pemkab Dharmasraya menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan anak-anak di tengah ancaman kabut asap. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengurangi paparan asap demi menjaga kesehatan. [Sonia Chaniago]










