DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Ketangkasan dan empati menjadi kunci dalam penanganan bencana yang melanda jantung Kecamatan Sembilan Koto.
Hanya dalam waktu singkat, isolasi yang sempat membelenggu warga Jorong Lubuk Talaok, Nagari Banai, berhasil diatasi. Per Senin, 6 April 2026, akses jalan yang sempat terkubur material longsor kembali terbuka, dan aliran listrik yang padam kini telah menyala kembali.
Bencana yang dipicu hujan lebat sejak Minggu dini hari, 5 April 2026, tidak hanya membawa material tanah ke badan jalan, tetapi juga meluapkan Batang Lago yang merendam permukiman warga.
Namun, duka tersebut tidak dibiarkan berlarut.
Atas instruksi langsung Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, pemerintah daerah bergerak dalam satu komando. Bersinergi dengan CV Kali Dareh, dua unit alat berat, yakni loader dan ekskavator, dikerahkan ke titik krusial.
Alat-alat tersebut bekerja tanpa henti mengurai sumbatan longsor yang sebelumnya memutus akses ekonomi dan mobilitas puluhan kepala keluarga.
Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Catur Eby, menegaskan bahwa keselamatan dan kebutuhan dasar warga merupakan prioritas utama.
“Ibu Bupati telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk segera melaksanakan tanggap darurat di titik terdampak,” ujarnya.
Langkah nyata di lapangan tidak hanya berfokus pada infrastruktur. Aspek kemanusiaan juga dijaga melalui pendirian dua posko kesehatan di Nagari Banai dan Nagari Silago.
Di sana, petugas medis bersiaga memastikan kesehatan warga tetap terjaga pascabencana. Kolaborasi antara Dinas Pekerjaan Umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial P3APPKB, serta aparatur kecamatan dan nagari memastikan pendataan serta penyaluran bantuan berjalan dengan baik.
Sektor penerangan pun tidak luput dari perhatian. “Kami terus berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan tiang-tiang listrik yang roboh. Alhamdulillah, hari ini listrik sudah kembali menyala di rumah-rumah warga,” tambah Catur Eby.
Keberhasilan pemulihan cepat ini merupakan hasil gotong royong lintas sektor. Apresiasi disampaikan kepada pihak swasta, CV Kali Dareh, serta personel TNI yang tengah melaksanakan operasi non-tempur pembangunan Jembatan Aramco di wilayah tersebut. Kehadiran prajurit TNI di tengah material longsor menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat di masa sulit.
Meski air telah surut dan warga mulai kembali menata rumah mereka, pemerintah daerah tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan.
Mengingat cuaca yang masih sulit diprediksi, masyarakat diimbau untuk tetap siaga terhadap potensi bencana susulan.
Kini, Sembilan Koto mulai bernapas lega. Di balik musibah, terdapat gerak cepat yang membuktikan bahwa negara hadir, memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam kegelapan dan isolasi. [Sonia]
Langkah Taktis Pemkab Dharmasraya di Sembilan Koto: Memulihkan Harapan di Balik Sisa Longsor







