Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Pengaspalan Jalan di Desa Datar Tuai Protes Warga

Redaksi Durasi
Proyek pengaspalan di Desa Datar, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang. (Foto: Alwi/Durasi.co.id)

PEMALANG, DURASI.co.id – Proyek pengaspalan jalan di Desa Datar, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah menuai protes warga dan beberapa tokoh pemuda serta tokoh masyarakat. Pasalnya hasil pekerjaan dan material diduga tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB), mutu dan kualitasnya diragukan sehingga pekerjaan aspal diduga tidak akan bertahan lama.

Menurut salah satu tokoh pemuda Desa Datar mengatakan, bahwa polemik dan kegaduhan terkait proyek pengaspalan jalan yang berlokasi tepat di depan kantor desa bermula, pada Minggu (7/7/2024) beberapa warga salah satu di antaranya AW (tokoh pemuda) mengetahui ada material untuk pengerjaan proyek pengaspalan yang tidak sesuai spesifikasi. Tak lama dia bersama warga lainya mengecek pekerjaan yang berlangsung pada hari itu juga hingga larut malam.

Kemudian, keesokan harinya, Senin (8/7/2024), AW bersama warga puluhan warga mempertanyakan kepada pihak pemerintah desa dikarenakan menurut warga pekerjaan pengaspalan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi atau tidak sesuai dengan RAB.

“Kami sebagai warga jelas mempertanyakan terkait pengaspalan jalan yang berada di Dukuh Salam, karena itu menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD),” kata AW.

Baca Juga :  Wartawan Dilarang Meliput dan Nyaris Diusir saat Acara Silaturahmi Kades di Pemalang Bersama Caleg DPR RI Dapil X

“Saya sebagai warga Datar kurang setuju dengan adanya pengerjaan aspal yang asal-asalan menurut kami,” lanjutnya.

Lebih lanjut AW mengatakan, dirinya bersama warga lainya melakukan protes atas proyek pengaspalan tersebut bukan tanpa dasar.

“Kami melihat langsung, kami ada bukti, faktanya hasil pengerjaan aspal tersebut kurang bagus kualitasnya,” jelas AW.

Tak sampai di situ, AW bersama puluhan warga lainya yang merasa kurang puas dengan hasil proyek pengaspalan jalan di desanya, pada Senin ia mendatangi kantor desa setempat dengan maksud dan tujuan agar proyek pengaspalan dikerjakan yang baik sesuai dengan spesifikasinya.

“Saya bersama puluhan warga Dukuh Salam, Ketua BPD dan jajaran anggotanya, Ketua TPK dan jajaran anggotanya, mendatangi kantor desa dan bertemu langsung oleh Katam (Kepala Desa Datar). Dalam pertemuan tersebut warga menuntut dan meminta pihak kepala desa untuk bertanggung jawab atas proyek aspal yang kurang bagus tersebut. Dan bapak Katam menyanggupinya serta akan mengerjakan proyek tersebut sesuai harapan warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Berharap Program PTSL Clear and Clean Agar Tak Timbulkan Masalah Hukum di Kemudian Hari
Papan informasi proyek pengaspalan di Desa Datar, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang. (Foto: Alwi/Durasi.co.id)

Tak sampai disitu, warga Dukuh Salam kembali memprotes. Informasi yang berhasil dihimpun awak media ternyata janji sang kepala desa untuk mengulang pekerjaan proyek pengaspalan tidak ditepati melainkan hanya ditambal-tambal saja.

“Kita masih akan terus melakukan protes, karena pak Kades ternyata tidak menepati janjinya, bukti di lapangan hanya pekerjaan pengaspalan tidak dikerjakan ulang namun hanya ditambal-tambal saja,” tandas AW.

Dari keterangan masyarakat Desa Datar, terutama warga Dukuh Salam yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan aspal yang sangat tipis dan material lainnya banyak yang dikurangi sehingga kualitas jalan tersebut tidak akan bertahan lama.

“Jadi semakin kuat dugaan kami adanya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam mengerjakan pengaspalan jalan di Desa kami,” ucapnya singkat.

Kepala Desa Datar, Katam saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat mengatakan, bahwa proyek pengaspalan tersebut menurutnya bukan asal jadi tapi karena ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab merusak pekerjaan tersebut.

Baca Juga :  Koramil 10/Moga Ajarkan Siswa Sakawira Kartika Cara Antisipasi Penanggulangan Bencana Sejak Dini

“Mohon maaf bukan asal jadi, tapi ada orang yang tidak bertanggung jawab merusak pekerjaan tersebut, biar seolah-olah kerjanya gak bener. Begitu sebenarnya yang terjadi pak. Mohon maaf,” tulis Katam dalam pesan singkatnya.

Sementara Kepala Dinas Dispermasdes Kabupaten pemalang, Ahmady merespon aduan warga terkait polemik proyek pengaspalan jalan di Desa Datar. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah meminta Camat di wilayah setempat untuk mengecek.

“Nggih saya dah minta tolong bu camat untuk cek dulu,” kata Ahmady.

Sebagai informasi, proyek pengaspalan jalan di Dusun Salam RT 012, RW 003, Desa Datar dengan volume 400m x 4m tersebut memakan anggaran senilai Rp 183.587.000 (seratus delapan puluh tiga juta lima ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah) dari anggaran Dana Desa tahun 2024 dan dikerjakan oleh CV Atom Semesta. (Alwi)