Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya Menilai Satpol PP Letoy Hadapi Prostitusi di Calam

Pengurus Gempar, Fadil. (Foto: Dok Narasumber)

PEMALANG, DURASI.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pemalang akhir-akhir ini gencar melakukan operasi Pekat (penyakit masyarakat) di sekitar kompleks Terminal Induk Kota Pemalang.

Kegiatan tersebut dilakukan lantaran banyaknya desakan dari ormas, organisasi keagamaan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Kompleks yang dikenal dengan nama Calam ini diduga menjadi tempat prostitusi yang masih eksis hingga sekarang di Kabupaten Pemalang.

Sementara itu, melihat kejadian baru-baru ini terkait operasi Pekat Satpol PP Pemalang di Calam yang informasinya diduga bocor, Fadil selaku Pengurus Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya (GEMPAR) meragukan kinerja Satpol PP Pemalang.

“Kok bisa bocor sih informasi rencana operasi Pekatnya? Apa jangan-jangan ada cepu di internal oknum Satpol PP yang juga menerima setoran dari bisnis prostitusi itu,” tegas Fadil, Kamis (2/10/2025).

Baca Juga :  Bupati Pemalang Gratiskan Ribuan Tiket untuk Masyarakat Nonton Laga PSIP vs Persab Brebes di Stadion Mochtar

Fadil juga menyampaikan bahwa pihaknya menganggap tindakan yang dilakukan Satpol PP Pemalang terhadap lokalisasi Calam terlalu letoy.

“Letoy banget Satpol PP Pemalang. Tidak bisa menyelesaikan lokalisasi Calam. Harusnya sebagai penegak perda yang punya cantolan hukum jelas, yakni Perda Nomor 12 Tahun 2019, bisa menyelesaikan lokalisasi Calam ini,” ujar Fadil.

Fadil menilai tindakan yang dilakukan Satpol PP Pemalang terhadap lokalisasi Calam hanya drama dan sandiwara. Menurutnya, kalau memang tujuan Satpol PP Pemalang menertibkan dan memberantas praktik prostitusi serta penjualan minuman keras di Calam, langkah yang harus dilakukan seharusnya lebih jelas dan terukur.

“Itu kan di Calam, ada sebagian lokalisasi berdiri di atas tanah pemda, ada juga yang menempati tanah warga sekitar. Nah, yang menempati tanah pemerintah tinggal langsung digusur saja. Kalau yang menempati tanah warga ya tinggal diajak ngobrol dengan pemilik tanah, disosialisasikan, diajak tokoh masyarakat setempat, tokoh agama setempat. Saya yakin mereka mendukung kok. Sekaligus dicek izin bangunannya,” ujar Fadil.

Baca Juga :  Pencak Silat Ajaran Tahun 2023 Digelar Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun Cabang Pemalang

Fadil menambahkan, penting bagi pemerintah melibatkan kearifan lokal mulai dari kiai kampung setempat, tokoh pemuda, dan sebagainya dalam menyelesaikan persoalan Pekat di Calam. Menurutnya, dengan integrasi sosial yang kuat, berbagai persoalan penyakit masyarakat di Kabupaten Pemalang bisa diselesaikan. [Alwi/Mas Jendral]