BENGKALIS, DURASI.co.id – Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso menyampaikan pegangan filosofi jawa dan kata bijak kepada pengurus dan anggota Paguyuban Keluarga Jawa Manunggal (PKJM) untuk meraih sukses menjadikan organisasi yang kuat dan diakui kredibilitasnya.
Hal tersebut disampaikan pada acara perayaan HUT PKMJ ke-14 di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kamis (24/8/2023) malam.
Adapun filosofi jawa terkenal di tengah masyarakat Indonesia khususnya warga keturunan jawa tersebut yakni “Sopo Nandur Bakal Ngunduh (Siapa menanam akan menuai). Bahwa apa yang kita diperbuat maka kita sendirilah yang akan menanggung atas perbuatannya.
“Apabila kita berbuat baik, maka kita sendirilah yang akan mendapatkan kebaikan begitu pula jika berbuat sebaliknya,” ujarnya.
Oleh sebab itu, ditambahkan Bagus Santoso, dalam menjalankan roda organisasi bagi masyarakat khususnya warga Jawa meyakini filosofi tersebut akan menjadikan lebih berhati-hati dalam melakukan perbuatan apapun.
“Kita sadar bahwa segala perbuatan akan berdampak pada diri dan organisasi,” ucap Bagus Santoso.
Memasuki tahun politik menyongsong Pemilu serentak tahun 2014, Wabup juga berpesan agar saling menghormati dan menghargai perbedaan pilihan juga partai politik.
“Demokrasi mengajarkan beda pilihan beda organisasi itu hak individu, tetapi harus tetap kompak bersatu untuk membangun kampung kita Kabupaten Bengkalis,” tuturnya.
“Terangkan lampu sendiri jangan padamkan lampu orang lain. Kalau ingin disenangi masyarakat jadikan diri kita sendiri buat organisasi bersinar dengan karya dan prestasi. Jika ingin maju, jangan memusuhi organisasi lain tapi kompak dan kuatkan barisan organisasi sendiri otomatis akan disenangi,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Ketua PKJM, Kosasi mengenalkan jajaran pengurus dan memberikan potongan tumpeng kepada Wabup Bagus Santoso sekaligus Penasehat PKJM sebagai simbol gotong royong dan kemandirian organisasi yang kini memasuki usianya yang ke-14 tahun.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Staf Khusus Menkumham Fajar BS Lase, anggota DPRD Hendri Hasibuan, tokoh keluarga Koto Mendunia Yusrizal Koto, Keluarga Tionghoa John dan Keluarga Batak Bonar Tampubolon.
Acara berlangsung meriah, ditutup dengan makan malam bersama dan dihibur musik Campur Sari. (INF)








