BATAM, DURASI.co.id – Kaki Fatmawati, korban kecelakaan lalu lintas di depan Citra Buana Center Park 2, Batuampar, Kota Batam, terpaksa diamputasi setelah remuk tertimpa alat berat jenis ekskavator yang terjatuh dari truk. Bagian kaki korban yang telah diamputasi dimakamkan secara layak di salah satu tempat pemakaman umum (TPU) di Batam, Jumat (24/10/2025).
Fatmawati hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam. Tim medis terpaksa melakukan amputasi lantaran luka parah di kaki kanan korban tidak dapat diselamatkan akibat kerasnya benturan.
Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang masih mendalami penyebab kecelakaan yang menimpa warga Batuampar tersebut. Sopir truk Isuzu GIGA bernomor polisi BP 8125 DU milik PT MBS, berinisial SA, telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Supirnya sudah kita amankan dan telah dimintai keterangan. Hasil tes urine menunjukkan negatif narkoba maupun alkohol,” ujar Kasubnit I Satlantas Polresta Barelang, Ipda Tarmizi Rambe, Jumat (24/10/2025).
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna memastikan penyebab pasti jatuhnya kontainer bermuatan alat berat itu. Berdasarkan keterangan sementara, truk yang dikemudikan SA hendak berputar di U-turn depan Citra Buana Center Park 2 ketika muatannya tiba-tiba terlepas dan menimpa pengendara sepeda motor yang sedang melintas.
“Saat muatan terjatuh, saya mendengar teriakan, lalu berhenti,” tutur SA saat ditemui di rumah sakit.
Ia mengaku tidak menyadari adanya pengendara di sisi kiri saat memutar arah kendaraan.
“Padahal saya sudah lihat kanan dan kiri, tidak ada kendaraan. Saya kaget saat muatan patah dan jatuh,” katanya.
Sejumlah warga Batu Ampar mengaku prihatin dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Mereka menilai peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi perusahaan angkutan agar lebih memperhatikan keamanan kendaraan dan kelayakan muatan.
“Kasihan sekali korban, sampai harus diamputasi. Kami harap ada tanggung jawab dari pihak perusahaan. Truk-truk besar itu seharusnya diperiksa dulu sebelum turun ke jalan,” ujar Rina, warga sekitar lokasi kejadian.
Hal senada disampaikan Ahmad, pedagang yang kerap berjualan di sekitar lokasi. Ia mengaku sering melihat truk bermuatan berat melintas tanpa pengawasan yang ketat.
“Truk besar sering lewat sini, kadang muatannya tinggi dan tampak longgar. Kami takut kejadian seperti ini terulang lagi. Pemerintah dan polisi harus lebih tegas,” katanya.
Sementara itu, Yudi, pengendara ojek daring, berharap pihak berwenang memperketat izin operasional kendaraan berat di kawasan padat aktivitas warga.
“Jalan ini ramai pekerja dan warga. Harusnya kendaraan berat tidak lewat jam sibuk, apalagi kalau muatannya tidak aman,” ucapnya.
Penulis: Ledi
Editor: Aliman









