JAKARTA, DURASI.co.id – Aktivis Kumpulan Pemantau Korupsi Banten Bersatu (KPKB) berencana mengirimkan surat resmi kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait dugaan kejanggalan dalam penyaluran gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Kepulauan Nias.
Sekretaris Jenderal KPKB, Zefferi, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menyurati BPH Migas maupun Satgas Pertamina untuk meminta klarifikasi atas data yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Jika nanti ditemukan adanya data yang janggal, kami tidak akan ragu melaporkannya kepada penegak hukum. Siapa pun yang membekingi praktik semacam ini akan kami buka ke publik,” tegas Zefferi, Minggu (5/10/2025).
Zefferi menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen KPKB dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas sektor energi. “Terutama dalam distribusi bahan bakar minyak dan gas yang menyangkut kepentingan masyarakat luas,” katanya.
Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Nias menggelar aksi demonstrasi di Kota Gunungsitoli, Jumat (3/10/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga akibat kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang semakin meresahkan.
Dalam orasinya, Ketua BEM Universitas Nias, Frengki F Gulo, menyampaikan bahwa aksi ini lahir dari hati nurani mahasiswa dan jeritan rakyat kecil yang terdampak langsung oleh kelangkaan gas bersubsidi tersebut.
“Kelangkaan gas elpiji 3 kg telah memukul langsung kehidupan masyarakat. Banyak ibu rumah tangga yang menahan sedih dan air mata karena anak-anaknya harus menahan lapar. Percikan api di dapur padam karena gas langka. Ini bukan isu biasa, ini kebutuhan primer rakyat,” tegas Frengki di hadapan massa aksi.
Ratusan mahasiswa memulai aksi damai mereka dengan menyambangi kantor PT Pertamina Gunungsitoli, yang dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam distribusi gas elpiji. Selanjutnya, massa bergerak menuju Kantor Wali Kota Gunungsitoli untuk mendesak pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan krisis gas ini.
Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum agar segera memberantas praktik mafia gas, serta mengambil langkah konkret dan tegas dalam menjamin ketersediaan gas elpiji 3 kg di Kepulauan Nias. [red]







