Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Resmi Diluncurkan untuk Sekolah

Peluncuran Buku PAK, Senin (11/5/25).

JAKARTA, DURASI.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pemerintah daerah (Pemda), serta seluruh kementerian/lembaga terkait meluncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) untuk seluruh jenjang pendidikan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya membentuk karakter jujur, berintegritas, serta budaya antikorupsi sejak usia dini.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, dalam acara peluncuran Buku Panduan PAK yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri pada Senin (11/5/2025), menyampaikan bahwa tujuan pendidikan antikorupsi sangat banyak. Di antaranya, menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas; membentuk karakter antikorupsi; serta membangun budaya antikorupsi.

Selanjutnya, pendidikan antikorupsi juga bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang korupsi, membentuk keterampilan dan keahlian untuk melawan korupsi, serta menghapus budaya perilaku korupsi yang dianggap wajar.

Baca Juga :  Jasa Raharja dan Jasa Marga Ajak Generasi Muda Jawa Timur Budayakan Tertib Berkendara Melalui Program Safety Riding

“Selain itu, manfaat lain pendidikan antikorupsi adalah membentuk generasi yang lebih sadar akan dampak negatif korupsi, menguatkan budaya antikorupsi di masyarakat, dan membantu membentuk generasi penerus bangsa yang tidak terjerumus dalam korupsi,” katanya.

Akhmad Wiyagus mengungkapkan bahwa pada masa PAUD dan SD, pembentukan karakter memiliki porsi yang lebih besar dan lebih mudah diterima, sementara ilmu pengetahuan yang diberikan masih relatif sedikit. Seiring bertambahnya usia, porsi ilmu pengetahuan akan semakin meningkat.

Ia melanjutkan, usia PAUD dan SD merupakan masa pembentukan karakter anak, sehingga melalui pendidikan antikorupsi diharapkan terbentuk karakter anak yang antikorupsi demi mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih maju ke depannya.

Baca Juga :  Perempuan Berperan Strategis sebagai Kontributor Kemajuan Pariwisata dan Ekonomi

“Karakter yang tertanam sejak usia dini akan melekat kuat dalam batin dan pikiran, bahkan dapat menjadi prinsip dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa peluncuran panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi harus menjadi ruang strategis dalam membentuk karakter bangsa serta membangun budaya antikorupsi sejak dini.

Ia menambahkan, pendidikan harus menjadi fondasi dalam membangun generasi berintegritas. Karena itu, penguatan integritas pendidikan dari pusat hingga daerah harus memiliki arah dan semangat yang sama.

“Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi akan disertai lima buku bahan ajar untuk guru di seluruh jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Dalam panduan ini terdapat lima kompetensi kunci yang menjadi fondasi pendidikan antikorupsi, yaitu menaati aturan, memahami konsep kepemilikan, menjaga amanah, mengelola dilema etis, dan membangun budaya antikorupsi,” tuturnya. [aoe]