DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Sebuah babak baru bagi pembangunan Kabupaten Dharmasraya tengah disusun.
Di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, gerak langkah pemerintah daerah kini difokuskan pada pematangan rencana kerja yang lebih terukur dan visioner.
Hal ini mengemuka dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Auditorium Kantor Bupati pada Senin, 6 April 2026.
Bukan sekadar seremonial tahunan, agenda ini merupakan mandat konstitusi yang merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
Dokumen perencanaan ini menjadi kompas arah kebijakan daerah selama satu tahun anggaran ke depan, memastikan setiap rupiah APBD digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.
Kehadiran Bupati Annisa Suci Ramadhani membawa angin segar dalam tata kelola birokrasi di Ranah Cati Nan Tigo.
Pendekatan yang mengedepankan aspek legalitas dan keteraturan administrasi terpancar jelas dalam setiap tahap penyusunan rancangan RKPD.
Berdasarkan dokumen resmi dengan nomor 000.7.1.3/80/Bapperida-2026, Musrenbang kali ini menjadi muara bagi berbagai usulan pembangunan yang bersifat partisipatif.
Pemerintah daerah tampak ingin memastikan bahwa perencanaan tahun 2027 tidak hanya kuat secara teknokratis, tetapi juga memiliki kedalaman empati terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat nagari.
Langkah transparan ditunjukkan dengan pelibatan aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk wartawan mitra Kominfo sebagai pilar informasi publik.
Pelibatan ini menandakan bahwa Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Annisa Suci Ramadhani sangat terbuka terhadap kontrol sosial dan masukan konstruktif demi kemajuan daerah.
Fokus pembangunan pada tahun 2027 diprediksi akan menyentuh sektor-sektor krusial, mulai dari penguatan infrastruktur strategis hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ini merupakan komitmen untuk mewujudkan masa depan Dharmasraya yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Kini, tugas besar menanti di depan mata, yaitu memastikan setiap butir rencana yang dibahas benar-benar terwujud menjadi aksi nyata.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perencanaan tidak diukur dari tebalnya dokumen, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh setiap warga di pelosok Dharmasraya. [Sonia]
Menakar Arah Baru Dharmasraya: Catatan Strategis Musrenbang RKPD 2027







