Minta Ambulans dan Lampu Jalan, Warga “Curhat” ke Anggota DPRD Buteng saat Reses

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendi Syafrini berpose bersama Kepala Desa dan warga Desa Lantongau. (Foto: Suadi- Durasi.co.id)

BUTENG, DURASI.co.id – Puluhan warga di Desa Lantongau, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng), memanfaatkan momen reses Anggota DPRD Buton Tengah (Buteng) Hendi Syafrini untuk menyuarakan kebutuhan mendesak mereka.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, beberapa isu utama mencuat, seperti pengadaan mobil ambulans untuk keadaan darurat dan lampu penerangan jalan umum (PJU) demi keamanan lingkungan Desa Lantongau.

“Kalau ada yang sakit tengah malam atau yang sudah mau melahirkan, harus pakai motor. Jadi usulan kami itu, kalau boleh, hadirkan pengadaan mobil ambulans. Kadang kami minta tolong tetangga, kadang harus sewa mobil pribadi, dan itu mahal,” keluh La Edi yang hadir dalam kegiatan tersebut di Balai Desa Lantongau, Jumat (30/05/2025).

Baca Juga :  Ultras HMR Kecam Aksi Dugaan Politik Uang di Karimun

Selain permintaan mobil ambulans, warga juga mengusulkan penerangan jalan lingkungan atau PJU di titik-titik gelap yang rawan terjadi tindak kriminal, terutama bagi anak-anak sekolah dan pekerja malam.

Menanggapi hal tersebut, politisi perempuan dua periode dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendi Syafrini, menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan kedua aspirasi tersebut dalam pembahasan anggaran di DPRD.

“Kalau mobil ambulans, ini usulan yang bagus. Tapi mungkin khusus untuk satu kecamatan pelayanan daruratnya, karena tidak bisa hanya di Desa Lantongau. Terkait lampu PJU tadi, kami mendorong dinas terkait agar masuk dalam prioritas program tahun depan. Kalau tidak salah, tahun ini 25 unit lampu PJU dianggarkan oleh pemerintah di Kelurahan Lakorua. Mudah-mudahan bisa kita bagi, agar sebagian diporsikan juga ke Desa Lantongau,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diiringi Majelis Taklim, Rahma-Riza Resmi Daftar ke KPU Tanjungpinang

Ia juga menambahkan bahwa reses bukan sekadar formalitas, melainkan jembatan penting antara rakyat dan pemerintah.

“Kalau warga tidak bersuara, kami juga tidak tahu masalah di lapangan. Itulah pentingnya reses seperti ini, karena reses ini jadwal kami ‘berkantor’ bersama masyarakat dan mendengar langsung keluhan-keluhan di lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan reses ini dihadiri oleh Kepala Desa Lantongau, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemuda yang turut memberikan masukan. Semua aspirasi yang terkumpul akan disusun dalam laporan resmi dan dibawa ke forum pembahasan DPRD. [Suadi]