BATAM, DURASI.co.id – Keluarga Besar Rumah Gadang (KBRG) Kepulauan Riau (Kepri) resmi dibentuk melalui Musyawarah Besar (Mubes) I yang digelar di Pacific Palace Hotel, Batam, Minggu (11/5/2025).
Nurman terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KBRG Kepri dalam Mubes yang dibuka Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Nurman, pengusaha asal Tanjungpinang, selanjutnya membentuk tim formatur beranggotakan 13 orang. Mereka berasal dari unsur penggagas, sesepuh, perwakilan organisasi, serta ketua panitia. Tim diberi waktu maksimal tiga bulan untuk menyusun struktur kepengurusan KBRG Kepri.
Salah satu tokoh perantau Minang di Batam, Iskandar Yakob, menyebut pembentukan KBRG sebagai tonggak sejarah. “Gagasan ini sudah muncul 20 tahun lalu. Baru sekarang terlaksana dalam suasana yang cair dan kekeluargaan,” kata mantan Ketua IKSB Batam tersebut.
Meski tak semua pihak langsung menerima kehadiran organisasi ini, Iskandar menilai dinamika itu sebagai bagian dari proses demokrasi. “Kritik itu sehat. Asal tidak memadamkan semangat persatuan,” ujarnya.
Ketua Steering Committee Mubes, Syaiful Badri, menegaskan KBRG bersifat inklusif. “Seperti rumah, siapa pun boleh masuk atau keluar. Tidak ada yang dipaksa. Yang penting semangatnya kebersamaan,” kata dia.
Nurman juga menjelaskan bahwa KBRG bukan induk dari organisasi Minang lainnya, melainkan jembatan koordinasi antarperantau di berbagai pulau di Kepri. “Secara sosial kita kuat, tetapi tersebar karena kendala geografis. KBRG hadir untuk menyatukan itu,” ucapnya.
Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara ranah dan rantau. Ia berharap para perantau tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga menjadi duta budaya Minang di perantauan.
“Jadilah etalase Minang. Ceritakan kepada anak-anak kita tentang tokoh-tokoh besar Minang yang mengubah sejarah bangsa,” pesannya.
Dengan terbentuknya KBRG Kepri, diharapkan perantau Minang di wilayah ini semakin terhubung, tidak hanya dalam urusan sosial dan budaya, tetapi juga dalam kontribusi nyata untuk pembangunan daerah.
Penulis: Ledi
Editor: Indra







