BATAM, DURASI.co.id – Niat menikmati keindahan matahari terbit berubah menjadi tragedi. Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun berinisial YP, warga Taman Raya Tahap I, Batam Kota, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Telaga Biru, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu pagi, 25 Maret 2026.
Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 06.00 WIB. YP bersama empat rekannya datang ke kawasan telaga yang dikenal sebagai lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit. Mereka awalnya hendak berfoto dengan latar langit pagi.
Dari lima remaja tersebut, hanya dua orang yang dapat berenang. Sebelum bermain air, mereka sempat saling mengingatkan agar yang tidak memiliki kemampuan berenang tidak turun ke telaga. Namun, imbauan tersebut diabaikan. Tiga orang, termasuk YP, tetap menceburkan diri ke dalam air.
Saat berada di dalam air, korban diduga mengalami kelelahan dan kesulitan berenang. Ia sempat berteriak meminta pertolongan. Rekan-rekannya yang melihat kejadian itu segera berupaya membantu.
Salah seorang di antaranya mencoba meraih tangan korban untuk menariknya ke tepi. Namun, upaya tersebut gagal karena penolong kehabisan napas dan terpaksa melepaskan pegangan.
Dalam kondisi panik, mereka kemudian mencari alat bantu seadanya berupa galon kosong. Akan tetapi, saat kembali ke lokasi, tubuh korban tidak lagi terlihat di permukaan air.
Para remaja tersebut kemudian berlari menuju pos penjagaan Mapolda Kepri yang tidak jauh dari lokasi kejadian untuk meminta bantuan. Tim gabungan dari Ditsamapta Polda Kepri, Polairud Polda Kepri, Polsek Nongsa, TNI AU, dan Babinsa langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Sekitar pukul 09.40 WIB atau tiga jam setelah kejadian, tim akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rahmat Susanto, membenarkan peristiwa tersebut. “Mereka datang untuk melihat matahari terbit. Dari lima orang, hanya dua yang bisa berenang. Korban sempat diingatkan agar tidak turun, tetapi tetap nekat hingga akhirnya tenggelam,” ujarnya.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan.
“Kami mengingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama di tempat wisata alam seperti telaga atau danau, terlebih jika tidak memiliki kemampuan berenang,” tukasnya. [Mon]







