Riau  

Pemkab Bengkalis Temu Ramah dengan Pusat Kajian Dakwah UKM

Temu ramah Pemkab Bengkalis dengan Pusat Kajian Dakwah UKM di ruang VVIP Wisma Daerah Bengkalis, Rabu (15/5).

BENGKALIS, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Bengkalis temu ramah dengan Pengerus Pusat Kajian Dakwah dan Kepemimpinan Fakulti Pengajian Islam University Kebangsaan Malaysia (UKM), Rabu malam, 15 Mei 2024 di ruang VVIP Wisma Daerah Bengkalis.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Litbang Bengkalis Fadhlan Fuad Daulay, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Hendrik Dwi Yatmoko, Sekretaris Kesbangpol Anuar, Sekretaris Disdik Muthu Saily, Kabag Kerjasama Dian Rachmadany, Kabag Kesra Herman Nur, dan Ketua MUI Amrizal.

Rombongan Pusat Kajian Dakwah dan Kepemimpinan Fakulti Pengajian Islam University Kebangsaan Malaysia dipimpin langsung oleh Abdul Ghafar Bin Don disambut langsung oleh Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Johansyah Syafri.

Baca Juga :  Antrean Panjang di Pelabuhan Bengkalis Ternyata Dipicu Docking Serentak Tiga Kapal

Johansyah Syafri mengucapkan selamat datang di Kabupaten Bengkalis Negeri Junjungan semoga dapat dijadikan momentum dalam memperkuat komunikasi serta koordinasi dalam meningkatkan sinergitas dan kerjasama dibidang dakwah maupun kebudayaan.

“Atas kunjungan ini kami merasa bangga, mudah-mudahan merasa nyaman dan tenang selama berada di Negeri Junjungan,” kata Johansyah.

Johansyah menambahkan selama kunjungan yang dilaksanakan tentunya dapat berbagi informasi aktual terkait pusat kajian ilmu dan budaya yang ada di Negeri Junjungan sehingga dapat menjadi maklimat penting bagi UKM khususnya dalam mempererat jalinan ukhuwah.

Johansyah Syafri yang juga mantan Kadis Kominfotik ini menjelaskan di bidang dakwah, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus membangun sinergi secara intens dengan berbagai pihak seperti MUI, Forum Komunikasi Umat Beragama serta pihak organisasi lainnya.

Baca Juga :  LAMR Minta Sejarah Riau Ditulis Ulang

“Hal itu dilakukan sebagai upaya bentuk tanggungjawab untuk meredam konflik atau isu miring yang dapat meruntuhkan persatuan dan kesatuan dalam menerapkan kehidupan toleransi dan modernisasi di tengah masyarakat,” ucapnya. (INF)