Rico Waas Investigasi Masuknya Komunitas Lari ke Stadion Teladan, Tegaskan Tak Pernah Beri Izin

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat berada di Stadion Teladan, baru-baru ini. (Foto: Diskominfo)

MEDAN, DURASI.co.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyayangkan masuknya komunitas lari ke area Stadion Teladan yang masih dalam tahap penyelesaian dan perawatan intensif menjelang pelaksanaan turnamen AFF U-19 2026.

Rico menegaskan aktivitas komunitas pelari tersebut sama sekali tidak pernah dikoordinasikan maupun mendapat izin resmi dari Pemerintah Kota Medan.

“Kami menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Kami paham mungkin ada euforia masyarakat melihat kondisi Stadion Teladan saat ini. Namun, sebaiknya ada koordinasi terlebih dahulu dengan Pemko Medan,” ujar Rico menjawab wartawan melalui sambungan telepon seluler, Jumat (29/5/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini Pemko Medan tidak pernah menerima permohonan izin penggunaan stadion dari pihak komunitas pelari.

“Tidak ada komunikasi atau izin apa pun dari Pemko,” tegasnya.

Baca Juga :  PRSU ke-50, Pengunjung Bisa Datang Lebih Awal Pukul 10.00 WIB

Rico juga mengaku sudah meminta jajarannya untuk melakukan penelusuran terkait pihak yang memberi akses masuk ke stadion.

“Saya sudah minta ke jajaran untuk mencari tahu siapa yang mengizinkan mereka masuk ke dalam stadion,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, T. Chainuniza, juga dengan tegas memastikan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin resmi kepada komunitas lari untuk menggunakan fasilitas stadion.

Menurut dia, tanggung jawab pengamanan Stadion Teladan saat ini masih berada di tangan rekanan proyek karena proses pekerjaan belum sepenuhnya selesai dan belum diserahterimakan kepada Pemko Medan.

“Secara resmi, pengelolaan Stadion Teladan belum diserahkan kepada kami. Artinya, kami belum bertanggung jawab penuh atas aktivitas di sana,” ujarnya.

Baca Juga :  Wagub Nyanyang Buka Kejurda Taekwondo 2025, Optimistis Atlet Kepri Raih Prestasi Nasional

Chainuniza mengatakan pihaknya juga masih menelusuri siapa pihak yang memberikan akses masuk kepada komunitas tersebut.

“Sebaiknya ditanya ke pihak sekuriti di situ. Kemungkinan ada pihak penanggung jawab di sana yang memberikan izin sehingga mereka bisa masuk ke stadion,” katanya.

Ia menegaskan, Pemko Medan berharap persoalan ini segera terang agar publik mengetahui siapa pihak yang sebenarnya memberikan izin penggunaan stadion yang masih steril tersebut.

“Kita berharap persoalan ini jelas. Pihak yang memberikan izin harus menyampaikan pernyataan secara terbuka sehingga publik mengetahui,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi komunitas Banban Running Club memicu gelombang kritik publik setelah sejumlah anggotanya terlihat berlari dan menginjak rumput Stadion Teladan yang masih dalam masa perawatan.

Polemik mencuat setelah akun media sosial komunitas tersebut mengunggah dokumentasi kegiatan pada Rabu malam (27/5/2026).

Baca Juga :  Dukung Kontingen Pesparawi Kota Medan ke Papua Barat, Rico Waas Targetkan Menang dan Harumkan Nama Kota Medan

Dalam unggahan itu, mereka mengaku bangga menjadi komunitas pertama yang merasakan atmosfer stadion sebelum turnamen resmi dimulai.

Unggahan tersebut langsung menuai sorotan warganet yang mempertanyakan lemahnya pengamanan area stadion yang masih berstatus steril. Terlebih, Stadion Teladan tengah dipersiapkan sebagai salah satu venue penting untuk ajang AFF U-19 2026.

Setelah menuai kritik luas, video kegiatan komunitas lari itu diketahui telah dihapus dari media sosial pada Kamis (28/5/2026).

Beberapa hari sebelumnya diketahui Pemko Medan baru saja menggelar gotong royong massal di kawasan stadion yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Rico Waas bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai bagian dari percepatan persiapan arena pertandingan internasional tersebut. [Nababan]