PEKANBARU, DURASI.co.id – Rumah Tahfidz Quran (RTQ) Fatimah Azahra mengadakan wisuda 8 orang santriwati yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz alquran untuk menjadi seorang hafidzah. Wisuda digelar di Hall Hotel Amera Pekanbaru, Rabu 3 Juli 2024 atau 26 Dzulhijah 1445 H.
Ketua yayasan sekaligus pimpinan RTQ Fatimah Azahra, Ustadz Nur Iswanto mengatakan bahwa RTQ ini didirikan sekitar tahun 2019 yang menempati lahan dan bangunan milik keluarga Ustadz Muhammad Ilham yang berlokasi di Jalan Musyawarah, Gang MDA, Labuh Baru Timur, Payung Sekaki, Pekanbaru, persis di belakang mall Transmart Pekanbaru.
“RTQ Fatimah Azahra ini kita dirikan untuk penghafal alquran khusus untuk wanita atau akhwat, setiap tahunnya kita menerima sekitar 10 sampai 15 orang lulusan SMA atau yang masih berkuliah untuk kita bina menjadi hafidzah 30 juz, tinggal dan berasrama di sini,” tutur Ustadz Nur Iswanto.
“Di sini kita gembleng dan didik dengan target 2 tahun, santriwati sudah bisa hafal 30 juz alquran. Ini wisuda yang kedua, tahun kemarin kita wisuda pertama dengan 9 hafidzah untuk angkatan pertama, sekarang wisuda yang kedua untuk angkatan 2 dan 3 dengan 8 hafidzah, yang nantinya mereka akan melakukan pengabdian ke ponpes di daerah,” tambah Ustadz Nur Iswanto.
Sementara itu, Ketua Panitia Wisuda, Ustadz Kholid menuturkan bahwa saat ini ada 13 orang santriwati yang masih menyelesaikan pembelajaran dan 5 orang santriwati baru masuk tahun ajaran 2024.
“Untuk wisuda kali ini 8 orang hafidzah didampingi dengan orang tua masing-masing naik ke podium untuk menerima sertifikat kelulusan hafalan 30 juz,” katanya.
Berikut nama-nama hafidzah yang diwisuda:
- Diah Puspita dari Dumai
- Elsa Lucyana dari Dumai
- Mawar Ulfasari dari Bengkalis
- Mulia Nurfadilah dari Kampar
- Putri Silvia dari Tapanuli Selatan
- Rika Indah dari Pekanbaru
- Akmala Istianah Salsabila dari Pekanbaru
- Azrina Galistya dari Pasir Pangairan
Salah seorang wisudawati, Akmala menuturkan dirinya bisa menyelesaikan hafalan 30 juz dalam 2 tahun karena termotivasi dari surat di Alquran.
“Inspirasinya dari surat Al Qamar yang menyatakan bahwa alquran itu mudah dihafal, itulah yang membuat saya semangat untuk menghafal, walaupun di perjalanannya selama 2 tahu terasa berat, capek dan bosan hampir tidak sanggup, tapi alhamdulillah hari ini selesai untuk 30 juz terhafal” tutur santriwati yang masin berusia 21 tahun ini.
Selaku orang tua, Supadi mengaku bangga dengan hasil yang dicapai anaknya. “Alhamdulillah anak kami Akmala sudah hafidzah 30 juz, semoga bisa membawa orang tuanya ke surga, dan nanti akan kita antar ke Ponpes Haji Miskin di Sumatera Barat untuk pengabdian 1 tahun di sana,” tandas Supadi.
Terpisah, wali santriwati dari Mauliya asal Kampar, Dahmin menuturkan bahwa perjuangan berat anak dan orang tua terbayar dengan manis ketika anaknya sudah hafidzah.
“Alhamdulillah sebagai orang tua saya sangat mensuport pendidikan seperti ini, salah satu jalan ke surga, mudah-mudahan anak-anak di Riau yang lain termotivasi untuk menjadi penghafal Alquran,” ucap Dahmin. (Haykal)







