BATAM, DURASI.co.id – DPD Partai Golkar Kota Batam resmi mengajukan nama Ketua DPD Golkar Batam, Yunus Muda, sebagai calon Pengganti Antarwaktu (PAW) Wakil Ketua III DPRD Batam setelah menerima pengunduran diri Hendra Asman.
Keputusan pengusulan tersebut ditetapkan dalam rapat pleno partai pada Senin, 24 November 2025. Dalam forum itu, seluruh peserta sepakat menyetujui permohonan mundur Hendra yang disebut disampaikan murni karena alasan kesehatan.
Yunus Muda menjelaskan bahwa pleno menghasilkan dua tindak lanjut penting, menerima surat pengunduran diri Hendra dan mengusulkan dirinya sebagai calon PAW. Menurutnya, penunjukan itu mempertimbangkan posisinya sebagai Ketua DPD Golkar Batam sekaligus peraih suara terbanyak kedua di daerah pemilihan Batam 1 (Batam Kota–Lubuk Baja).
“Pleno menetapkan dua keputusan. Pertama, menerima pemberhentian diri Saudara Hendra Asman. Kedua, mengusulkan nama saya sebagai calon pengganti antarwaktu,” jelas Yunus, Rabu (26/11/2025).
Ia menambahkan bahwa DPD Golkar Batam selanjutnya akan menyampaikan usulan tersebut ke DPD Golkar Kepulauan Riau sebelum diteruskan ke DPP Golkar. Keputusan final tetap berada di tingkat pusat.
“Setelah dari provinsi, berkas akan dibawa ke DPP. Jika disetujui, keputusan akan dikirim kembali ke provinsi dan ke kota untuk diproses di DPRD,” sebutnya.
Yunus memastikan tidak ada motif lain di balik pengunduran diri Hendra selain kondisi kesehatan.
“Di suratnya jelas disebutkan ia sakit dan membutuhkan waktu untuk beristirahat. Beliau juga sudah mengatakan kepada saya ingin tetap di Komisi II sebagai anggota saja dan tidak kembali di unsur pimpinan,” ucapnya.
Sebelumnya, dinamika internal mencuat setelah absensi Hendra Asman dipersoalkan secara terbuka dalam Rapat Paripurna DPRD Batam pada Rabu, 12 November 2025. Beberapa anggota dewan meminta Badan Kehormatan menindaklanjuti persoalan tersebut. Belakangan diketahui, Hendra tengah menjalani pengobatan kanker usus stadium 4.
Hendra membantah anggapan bahwa ia lalai menjalankan tugas. Ia menegaskan masih mengikuti sejumlah kegiatan dewan meski dokter memintanya mengurangi aktivitas tatap muka.
“Secara fisik saya tidak prima karena sedang berjuang melawan kanker usus stadium 4. Namun saya tetap menjalankan koordinasi melalui telepon dan komunikasi daring,” katanya.
Ia juga menyebut telah berulang kali mengirim surat pemberitahuan kepada pimpinan DPRD, Sekretaris Dewan, dan Badan Kehormatan.
“Saya sudah berkali-kali bersurat untuk menjelaskan kondisi saya,” ujarnya.
Menanggapi klaim BK yang menyebut tidak menerima surat, Hendra menegaskan ia memiliki bukti pengiriman.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Batam, Djoko Mulyono, menyatakan pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.
“Kami akan mengikuti mekanisme dan segera meminta klarifikasi,” ujarnya.
Penulis: Simon
Editor: Indra







