PEKANBARU, DURASI.co.id – Hari ini Jumat 26 Juli 2024/20 Muharram 1446 H, pukul 12.23 WIB, kembali dilakukan ibadah shalat Jumat di Masjid Al Hidayah yang berlokasi di Gang Al Hidayah, Jalan Asofa I, Labuh Baru Barat, Payung Sekaki, Pekanbaru. Bertindak selaku khatib dan imam, Ustadz Zaitul Waris dan muadzin Ustadz Ridwan.
Tema khutbah kali ini adalah syirik selamanya tidak akan pernah bersatu dengan tauhid. “Nabi Ibrahim berdoa pada Allah, jauhkanlah aku dan anak cucuku dari menyembah berhala, yang mana menyembah berhala adalah satu syirik besar, yang tidak akan diampuni Allah, dan syirik itu terbagi dalam 2 golongan, syirik besar seperti menyembah berhala yang tidak akan diampuni dosanya dan syirik kecil seperti perbuatan riya yang harus bertaubat untuk dapat ampunan Allah,” tutur Ustadz Zaitul Waris.
Beliau juga menuturkan, zaman sekarang orang gampang terlena dan tertipu dengan perbuatan syirik yang seolah-olah ibadah, contoh yang gampang adalah mendatangi tukang ramal atau dukun.
“Barang siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan mempercayainya, maka tidak akan diterima amalan shalatnya 40 malam,” tambah Khatib.
“Perbuatan syirik lawannya adalah tauhid, dan tauhid dijabarkan dalam alquran, maka mintalah segala sesuatu pada Allah, seperti kalau kita sakit, alquran bisa dijadikan sebagai obat dengan cara dibacakan dibagian yang sakit dan minta pada Allah untuk disembuhkan,” pungkas Ustadz Zaitul Waris.
Seperti biasa, sebelum khutbah Jumat dimulai, Ustadz Muhammad Ilham selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Hidayah menyampaikan beberapa pengumuman di antaranya tentang menyegerakan jamah untuk datang dan mengisi shaf terdepan.
“Silahkan bagi jamaah yang masih di luar atau dijalan untuk segera masuk ke masjid, dan mengisi shaf terdepan dulu, agar lebih tertib, sebentar lagi khutbah jumat akan dimulai,” imbau Ustadz Ilham.
Pantauan DURASI.co.id, shalat Jumat hari ini penuh 7 shaf dengan perkiraan jamaah yang hadir sekitar 175 orang, dan kegiatan Jumat ditutup dengan makan siang bersama yang selalu disediakan Haji Sahrul selaku donatur tunggal Masjid Al Hidayah.
“Kita selalu shalat Jumat di Masjid Al Hidayah sejak pertama kali masjid ini menyelenggarakan shalat Jumat, dan sekarang saya ajak beberapa kawan untuk datang juga,” ungkap Heri, salah satu jamaah. (Haykal)







