Tinjau Lokasi Gempa Pasaman, Menteri Risma Malah Dimarahi Warga

  • Bagikan
Seorang warga (baju biru) marah pada Menteri Risma (Jilbab Cokelat) dalam kunjungan ke Kajai, Pasaman Barat. (Facebook)

PASAMAN, DURASI.co.id – Menteri Sosial, Tri Risma Harini meninjau langsung lokasi terdampak gempa di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (26/2/2022).

Banyak lokasi yang didatangi Risma, salah satunya yakni kawasan Kajai, Pasaman Barat.

Ia datang bersama dengan rombongan pemerintah daerah.

Namun di perjalanan, kedatangan Risma malah mendapatkan kemarahan dari salah seorang warga.

Selama peninjauan, akses jalan yang akan dilalui Risma macet total, sehingga rombongan memutuskan untuk melanjutkannya dengan cara lain.

Dalam sebuah video yang viral di Facebook, tampak Risma meminta petugas untuk mencari sepeda motor.

Rencananya, Risma akan melanjutkan perjalanan dengan motor saja.

Saat berkoordinasi dengan petugas, Risma kemudian didatangi oleh seorang warga.

Baca Juga :  Atap Margo City Roboh, Kapolres Metro Depok: 1 Korban Meninggal Dunia

Tepat di hadapan Risma, warga tersebut malah mengungkapkan kekecewaannya.

Tidak diketahui penyebab kekecewaan warga tersebut

“Tidak usah dilihat warga kami, tidak usah,” begitu kata warga itu di hadapan Risma.

Risma yang sedang berkoordinasi dengan petugas pun kemudian menjawab.

“Iya ini kita mau kesana,” tegasnya.

Berselang tidak lama, seorang petugas Satpol PP pun tampak langsung mengamankan warga tersebut.

“Satpol PP jangan main-main, tidak usah lihat warga kami,” sambung warga itu saat diamankan petugas.

Hingga berita ini diturunkan, video warga marahi Risma itu telah diunggah dan dibagikan oleh banyak akun.

Gempa Pasaman

Diketahui sebelumnya, gempa darat mengguncang Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar pada Jumat pagi.

Baca Juga :  Kabar Baik, Mensos Berikan Solusi untuk Penerima KKS di Wilayah Terpencil Riau

Dari data BMKG, gempa pertama bermagnitudo 5.2. Gempa itu terjadi di wilayah 18 kilometer Timur Laut Pasaman Barat.

Kedalaman gempa adalah 10 kilometer di lokasi 0.14 LU, 99.99 BT.

Gempa pertama ini terasa cukup kuat, dan banyak warga di beberapa daerah di Sumbar merasakan guncangan tersebut.

Selain di Pasaman Barat, gempa itu juga terasa di kawasan Kota Payakumbuh, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Selain itu, gempa tersebut juga terasa hingga ke Kota Padang Panjang.

Pada pukul 08.39 WIB, atau empat menit dari kejadian itu, gempa kedua kembali guncang Pasaman Barat.

Gempa itu lebih besar dan bermagnitudo 6.2 yang terjadi di wilayah 17 kilometer Timur Laut Pasaman Barat.

Baca Juga :  Indonesia-Serbia Sepakat Saling Akui Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Gempa berkedalaman 10 kilometer itu terjadi di wilayah 0.15 LU, 99.98 BT.

Akibatnya, saat ini 6000 jiwa warga di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat mengungsi.

8 orang diberitakan meninggal dunia, sedangkan 6 orang lainnya masih hilang.

Sumber: Katasumbar.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hak cipta dilindungi undang-undang