BATAM, DURASI.co.id – Penyelidikan ledakan kapal Federal II di galangan PT ASL Tanjung Uncang masih berjalan, meski titik terang terkait penyebab insiden tragis yang menewaskan pekerja belum ditemukan.
Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) akan memanggil sejumlah saksi ahli minggu depan untuk membantu mengungkap akar masalah kejadian tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Ade Mulyana, menyampaikan bahwa pemeriksaan saksi ahli menjadi langkah penting untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.
“Penanganan kasus masih dalam proses. Minggu depan akan ada pemeriksaan ahli,” kata Kombes Ade, Rabu (19/11/2025).
Ade enggan merinci identitas saksi ahli, namun disebutkan bahwa mereka akan mencakup ahli ketenagakerjaan. Saat ini, penyidik fokus memeriksa jajaran direksi PT ASL sebagai saksi, sebelum melibatkan ahli untuk memberikan analisis teknis penyebab ledakan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Diky Wijaya, membenarkan pihaknya akan dimintai keterangan sebagai saksi ahli.
“Iya, nanti kami diminta sebagai saksi ahli oleh penyidik,” kata Diky.
Meski hasil tim Laboratorium Forensik terkait penyebab kecelakaan kerja belum diumumkan, investigasi awal Disnaker Kepri menunjukkan ledakan kemungkinan dipicu residu minyak mentah di kapal.
Diky menjelaskan, pekerjaan di ruang tertutup seperti tangki kapal memerlukan prosedur keselamatan khusus dan tenaga kerja bersertifikasi tertentu. Pelanggaran terhadap standar ini diduga menjadi faktor utama terjadinya ledakan.
“Banyak pemicunya, ada residu karena bekas mengangkut minyak mentah. Banyak hal yang tidak dilakukan sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 11 Tahun 2023 terkait keahlian di ruang tertutup seperti kapal,” jelasnya.
Penulis: Ledi
Editor: Indra








