Truk PT NWR Terjun ke Sungai Segati Pelalawan, Empat Orang Tewas dan Belasan Masih Hilang

Polisi dan Basarnas melakukan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan truk terjun ke sungai Desa Sengati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Minggu (23/2/25). Foto: Ismail/Durasi.co.id

PELALAWAN, DURASI.co.id – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di areal konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Nusa Wana Raya (NWR) pada Sabtu (22/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel yang mengangkut 32 orang, termasuk pekerja penanaman dan pembibitan akasia serta beberapa anak balita, terjun ke Sungai Segati di Estate Nagodang, Jembatan Sungai Segati, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Menurut Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, kecelakaan diduga akibat sopir yang mengantuk sehingga kehilangan kendali dan menyebabkan truk masuk ke dalam sungai.

“Dari data sementara, tiga balita dilaporkan meninggal dunia, enam balita dan lima orang dewasa masih dalam pencarian, sementara 14 orang dewasa dan tiga anak-anak berhasil selamat,” kata Anom, Minggu (23/2/2025).

Setelah kejadian, kata Anom, anggota Polres Pelalawan segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban. Tim gabungan dari Basarnas, Polres Pelalawan, dan PT NWR bekerja sama dalam operasi pencarian. Basarnas Kabupaten Pelalawan mengerahkan tiga tim beserta peralatan lengkap, sementara Unit Gakkum Sat Lantas Polres Pelalawan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga :  Pemdes Palkun Ramaikan Pawai Ta'aruf MTQ Tingkat Kecamatan Bengkalis

“Personel Polair Polres Pelalawan menggunakan perahu dan peralatan lainnya untuk membantu pencarian di sungai, sementara Polsek Langgam juga mengirimkan personel untuk mendukung proses evakuasi. Kami terus mengintensifkan pencarian korban yang masih hilang dan melakukan evakuasi terhadap korban yang ditemukan,” katanya.

Kombes Anom mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban yang masih hilang dan keluarga yang terdampak. “Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban yang belum ditemukan dan memberikan bantuan kepada keluarga korban,” tegasnya.

Hingga Sabtu malam (22/2) pukul 21.00 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi satu korban bernama Maranata Zendrato dari dalam kabin truk yang berada di dasar sungai. Korban yang merupakan sopir truk ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke klinik PT NWR untuk mendapatkan penanganan.

Baca Juga :  Dispar Kepri Minta Pengunjung dan Pengelola Wisata Pantai Waspadai Cuaca Ekstrem

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menyebutkan bahwa operasi pencarian menghadapi tantangan berat akibat kondisi sungai yang keruh dan arus yang deras. Tim SAR menggunakan perahu karet, peralatan selam, dan alat berat untuk membantu proses evakuasi.

“Pencarian sempat dihentikan sementara pukul 23.45 WIB karena kondisi tidak memungkinkan dan dilanjutkan kembali keesokan harinya,” ujar Budi.

Hingga Minggu (23/2), jumlah korban meninggal dunia mencapai empat orang, sementara sebelas penumpang masih belum ditemukan. “Tim SAR telah menandai lokasi truk di dasar sungai untuk mempermudah pencarian,” katanya.

Sementara itu, Publik Relation PT NWR, Abdul Hadi, menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa perusahaan akan terus bekerja sama dengan pihak terkait untuk menangani kejadian ini.

Baca Juga :  Siang Cerah, Sejumlah Wilayah Riau Berpotensi Hujan Malam Hari

“Korban yang ditemukan sudah kami tangani di klinik perusahaan, dan jika memerlukan tindakan medis lanjutan, akan dirujuk ke rumah sakit terdekat,” terang Abdul.

Ia juga menerangkan bahwa saat kejadian, para penumpang tidak sedang bekerja. “Mereka sedang libur dan dalam perjalanan ke Desa Segati untuk membeli kebutuhan harian,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.

Penulis: Ismail
Editor: Indra