NIAS BARAT, DURASI.co.id – Pemerintah Desa Duria, Kecamatan Lolofitu Moi, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara, telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap I dan II Tahun Anggaran 2025. Penyaluran tersebut berlangsung di Balai Desa Duria pada Jumat, 27 Juni 2025.
Bantuan diberikan kepada 36 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah melalui proses verifikasi dan validasi data. Penyaluran mencakup bantuan untuk bulan Januari hingga Juni 2025, dengan nominal Rp300.000 per bulan per KPM. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masing-masing KPM untuk dua tahap mencapai Rp1.800.000.
Penjabat Kepala Desa Duria menjelaskan, sebelumnya jumlah KPM mencapai 60 orang. Namun, berdasarkan Peraturan Menteri Desa dan Daerah Tertinggal RI Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025, pada Pasal 2 Ayat 1 Poin a, alokasi dana untuk penanganan kemiskinan ekstrem dibatasi maksimal 15 persen, dari sebelumnya 25 persen. Hal ini menyebabkan penyesuaian jumlah KPM menjadi 36 orang.
“Proses seleksi dilakukan secara transparan dengan melibatkan unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan pendamping desa. Ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan serta memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para penerima untuk menggunakan dana BLT-DD secara bijak, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti sembako dan pendidikan anak. “Kami juga berharap warga yang belum terakomodasi dapat bersabar dan tetap semangat dalam meningkatkan taraf hidup melalui program pemberdayaan desa lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penetapan KPM tidak berdasarkan keputusan sepihak kepala desa, melainkan hasil musyawarah mufakat antara pemerintah desa dan BPD.
“Kami berharap para penerima saat ini dapat memahami bahwa penetapan ini mengacu pada regulasi resmi pemerintah pusat. Transparansi dan keterbukaan adalah prinsip utama dalam penyaluran BLT-DD,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar dana bantuan tidak digunakan untuk keperluan konsumtif yang tidak mendesak. “Gunakan untuk kebutuhan pokok, bukan untuk belanja online di aplikasi seperti Shopee,” tegasnya.
Pemerintah Desa Duria, lanjutnya, berkomitmen terus menjalankan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan desa secara berkelanjutan.mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan dan mendoakan Pemerintah Kabupaten Nias Barat agar terus bergerak menuju cita-cita “Cerah Bersinar.”
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan dan mendoakan Pemerintah Kabupaten Nias Barat agar terus bergerak menuju cita-cita ‘Cerah Bersinar’,” katanya. [Odal Zai]









