UIN Suska Riau Kirim Delapan Mahasiswa ke Konferensi Internasional ICISSS 2025

Delapan mahasiswa UIN Suska Riau yang dinyatakan lolos mengikuti Konferensi Internasional ICISSS 2025. (Foto: UIN)

PEKANBARU, DURASI.co.id – Mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau kembali menorehkan capaian akademik di tingkat internasional.

Delapan mahasiswa SAA berhasil lolos sebagai presenter dan memaparkan karya ilmiah dalam The 2nd International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (ICISSS) 2025 yang diselenggarakan secara daring pada Rabu, 17 Desember 2025.

Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianti, mengatakan delapan mahasiswa tersebut yakni Giska Steviyani, Yenita Emilia Siyam, Ahmad Alif Al-Amin, Syaif Fadlan Ardany, Muhammad Faiz Ad Havi, Muhammad Faiz Iqbal, Alfan Tri Rammadhan, dan Ali Ar-Rahman.

“Mereka mempresentasikan makalah ilmiah pada sejumlah panel paralel yang diikuti akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara,” kata Leny, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga :  Arvin Tsaqif, Siswa MAN 2 Model Pekanbaru yang Bersinar di Basket dan Golf

ICISSS 2025 mengangkat tema “Islamic Vision for Sustainable Humanity: From Indonesian Wisdom to Global Civilization” atau “Visi Islam untuk Kemanusiaan Berkelanjutan: Dari Kearifan Indonesia Menuju Peradaban Dunia”.

Forum ini menjadi wadah akademik strategis untuk membahas isu-isu keislaman dan ilmu sosial kontemporer, mulai dari perdamaian global, pendidikan, etika digital, hingga pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

“Partisipasi aktif mahasiswa Prodi SAA dalam konferensi internasional tersebut mencerminkan kemampuan akademik dalam mengkaji persoalan keagamaan secara kritis, kontekstual, dan relevan dengan tantangan global,” katanya.

Ia menerangkan capaian ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Studi Agama-Agama dalam mengembangkan budaya akademik, riset, dan publikasi ilmiah di level internasional.

Baca Juga :  1.068 Calon Wisudawan UMRI Ikuti Baitul Arqom

“Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memperkuat reputasi akademik mahasiswa dan program studi, serta memotivasi mahasiswa lainnya untuk berperan aktif dalam forum ilmiah global dan terus meningkatkan kualitas keilmuan di bidang studi agama-agama,” terangnya.

Penulis: Sukri
Editor: Indra