SERANG, DURASI.co.id – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dwimulya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui biaya kuliah yang terjangkau. Dengan program bebas Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), STIE Dwimulya ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi lulusan SMA, SMK, maupun masyarakat yang sudah bekerja untuk melanjutkan pendidikan.
Ketua STIE Dwimulya, Rachmat Maulana, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus menghadirkan pendidikan berkualitas yang dapat dijangkau oleh lebih banyak keluarga. Menurutnya, biaya yang ringan harus berjalan beriringan dengan proses pembelajaran yang terarah, tenaga pengajar yang kompeten, serta pendampingan kepada mahasiswa.
“Kami ingin dikenal sebagai kampus yang terjangkau, bahkan menjadi salah satu pilihan paling ekonomis di Banten. Bebas SPP bukan berarti mengurangi kualitas. Justru kami ingin membuktikan bahwa pendidikan tinggi yang baik dapat diselenggarakan secara efisien dan tetap memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa,” ujar Rachmat.
Ia menjelaskan, mahasiswa tetap memperoleh pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia usaha, manajemen, keuangan, investasi, dan kewirausahaan. Perkuliahan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mendorong mahasiswa memahami persoalan nyata, berani menyampaikan gagasan, mampu bekerja dalam tim, dan terampil mengambil keputusan.
STIE Dwimulya juga berupaya menciptakan suasana kampus yang dekat dan terbuka. Mahasiswa dapat berdiskusi dengan dosen, mengikuti kegiatan pengembangan diri, serta membangun jejaring yang bermanfaat bagi masa depan. Pola tersebut diharapkan membantu mahasiswa tumbuh menjadi lulusan yang percaya diri, adaptif, dan siap menghadapi perubahan di dunia kerja.
Menurut Rachmat, tingginya biaya pendidikan masih menjadi pertimbangan utama bagi sebagian masyarakat untuk masuk perguruan tinggi. Karena itu, kampus perlu menghadirkan solusi yang realistis tanpa menjadikan kualitas sebagai hal yang dikorbankan. Skema biaya yang ringan juga memberi kesempatan kepada pekerja, pelaku usaha kecil, dan generasi muda dari berbagai latar belakang untuk meningkatkan kompetensinya.
“Kuliah harus menjadi jalan untuk memperbaiki masa depan, bukan beban yang membuat masyarakat takut memulai. Kami ingin orang tua merasa lebih tenang dan mahasiswa dapat fokus belajar, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan karier,” katanya.
Melalui program bebas SPP dan pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi, STIE Dwimulya optimistis dapat menjadi pilihan masyarakat Banten. Kampus ini ingin menghadirkan pendidikan ekonomi yang inklusif, bermutu, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, sehingga semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan meraih gelar sarjana serta membangun masa depan yang lebih baik. [aoe]







