SIMEULUE, DURASI.co.id – Aktivitas jual beli di Pasar Ikan Pajak Inpres Kabupaten Simeulue kini terlihat semakin sepi. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang dan masyarakat karena pasar yang sebelumnya menjadi pusat transaksi hasil laut itu mulai kehilangan denyut ekonominya.
Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa berkurangnya jumlah pembeli terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Selain faktor daya beli masyarakat, kondisi sarana dan prasarana pasar yang dinilai kurang memadai turut disebut sebagai penyebab menurunnya aktivitas perdagangan.
“Sekarang pembeli sudah jarang. Kadang dalam satu hari hanya sedikit yang datang,” ujar salah satu pedagang ikan yang minta namanya tidak dipublikasikan, Jumat (2/1/2026).
Selain itu, penataan pasar dan kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian. Beberapa lapak tampak kosong dan tidak terurus, sementara sistem pengelolaan pasar dinilai belum berjalan secara optimal.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait peran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Simeulue sebagai instansi yang membidangi pengelolaan pasar.
Masyarakat menilai Disperindagkop memiliki tanggung jawab dalam melakukan pembinaan terhadap pedagang, penataan pasar, serta memastikan fasilitas pendukung pasar berfungsi dengan baik agar roda perekonomian rakyat tetap berjalan.
“Kalau pasar dibiarkan seperti ini, pedagang bisa semakin berkurang dan masyarakat juga enggan datang,” kata warga lainnya.
Kepala Disperindagkop Kabupaten Simeulue, M. Arif, masih diupayakan untuk dikonfirmasi terkait langkah-langkah yang telah atau akan dilakukan guna menghidupkan kembali aktivitas Pasar Ikan Pajak Inpres, termasuk rencana penataan, perbaikan fasilitas, maupun strategi untuk menarik minat pembeli. [Dahman E]









