BATAM, DURASI.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mendorong peningkatan infrastruktur jalan guna mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Pada tahun 2026, BP Batam akan melaksanakan empat proyek pembangunan dan peningkatan jalan di kawasan strategis Batam.
Kepala Biro Umum BP Batam, M Taofan, mengatakan bahwa upaya tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk terus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Batam.
Taofan menyebutkan bahwa terdapat empat ruas jalan yang akan ditingkatkan sepanjang tahun 2026. Pertama, Jalan Gajah Mada sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer yang menghubungkan Landing Point Flyover Sei Ladi menuju Simpang Laluan Madani. Jalan ini akan dikembangkan menjadi enam lajur dua arah dengan konfigurasi tiga lajur di masing-masing sisi. Proyek ini dikontrak dengan anggaran sebesar Rp140 miliar dan mulai dikerjakan pada Januari 2026.

Kedua, Jalan R Suprapto, yaitu ruas Simpang Batamindo menuju Dam Mukakuning sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer. Proyek ini juga dilaksanakan pada Januari 2026 dan akan dibangun menjadi empat lajur dua arah sebagai kelanjutan peningkatan jalan menuju kawasan industri Mukakuning. Adapun nilai proyek tersebut sebesar Rp50,8 miliar.
Selanjutnya, yang masih dalam tahap perencanaan, yaitu pembangunan jalan Kawasan Industri Tanjung Gundap sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer dan jalan Kawasan Industri Kabil sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Kedua proyek tersebut masing-masing menggunakan anggaran sebesar Rp27 miliar.

“Dengan infrastruktur yang memadai, kami ingin aktivitas ekonomi dan industri di Batam semakin tumbuh dan kompetitif,” ujar Taofan, Rabu (7/1/2026).
BP Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra berkomitmen terhadap pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang berkelanjutan. BP Batam optimistis Batam menjadi kawasan investasi yang inklusif dan kompetitif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [dur]








