Warga Desa Sumur Bandung Keluhkan Sulitnya Diterima Bekerja di PT Universal Luggage

PT Universal Luggage yang terletak di Kampung Sumur Bandung, Kabupaten Tangerang. (Ist)

TANGERANG, DURASI.co.id – Keberadaan industri di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, menyisakan ironi bagi warga setempat. Sejumlah warga Kampung Sumur Bandung, RT 06 RW 01, mengeluhkan sulitnya memperoleh pekerjaan di PT Universal Luggage (PT ULI), perusahaan yang berdiri di lingkungan tempat tinggal mereka.

Warga mengaku telah berulang kali melamar pekerjaan ke perusahaan tersebut, namun selalu gagal tanpa penjelasan yang jelas. Ironisnya, pelamar dari luar daerah justru banyak yang diterima bekerja.

Salah seorang warga, Nupus, mengungkapkan kekecewaannya setelah empat kali mengikuti tahapan seleksi kerja tanpa hasil.

“Rumah saya jaraknya hanya sekitar 100 meter dari pabrik, bahkan berdampingan langsung. Namun, sampai sekarang saya tidak pernah diterima bekerja,” ujar Nupus dengan nada kecewa, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga :  Persoalan Sampah Jadi Fokus Pj Bupati Bogor, LSM Matahari Sarankan Gandeng Aktivis Lingkungan

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan warga setempat yang merasa terpinggirkan di wilayahnya sendiri. Warga menduga proses rekrutmen tenaga kerja di PT Universal Luggage tidak berjalan secara transparan dan sarat kepentingan pihak tertentu.

Berdasarkan pengakuan warga, mayoritas tenaga kerja yang diterima berasal dari luar Desa Sumur Bandung, sementara warga lokal kesulitan menembus proses seleksi.

“Kami warga asli di sini. Perusahaan berdiri di kampung kami, tetapi kami hanya bisa menonton. Ini tidak adil,” katanya.

Ia juga menyebutkan jumlah pengangguran di Desa Sumur Bandung diperkirakan mencapai sekitar 200 orang. Kondisi tersebut dinilai semakin memperburuk perekonomian masyarakat setempat.

Atas persoalan itu, warga mendesak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang, Camat Jayanti, serta Kepala Desa Sumur Bandung untuk turun tangan dan memastikan adanya prioritas bagi tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Kadis LH Kabupaten Bogor Dinilai Kurang Peka Terhadap Masalah Sampah

“Kami berharap pemerintah hadir dan memperhatikan warganya sendiri. Jangan sampai warga setempat terus menjadi korban,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Media Center Jayanti (MCJ), Supriyadi, mengatakan pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada manajemen PT Universal Luggage.

“Kami akan meminta klarifikasi terkait sistem penerimaan tenaga kerja dan dugaan penolakan terhadap warga lokal,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Universal Luggage belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan warga tersebut. [Subhan]