Investasi Sumut Tumbuh Positif, Industri Kimia dan Farmasi Jadi Penyumbang Terbesar

Redaksi Durasi
Temu pers Dinas PMPTSP Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (27/10/26).

MEDAN, DURASI.co.id – Kinerja investasi di Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan tren positif. Hingga triwulan III 2026, realisasi investasi mencapai Rp37 triliun. Capaian tersebut turut mendorong penyerapan tenaga kerja sebanyak 64.656 orang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut Nurbaiti Harahap dalam temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di lobi Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (27/10/2026).

“Dalam tiga tahun terakhir, realisasi investasi di Sumut terus meningkat. Pada 2023, realisasi investasi mencapai Rp39 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 76.230 orang. Tahun 2024 meningkat menjadi Rp48,2 triliun dengan penyerapan 46.232 tenaga kerja. Sementara pada 2025, realisasi investasi kembali naik menjadi Rp58,5 triliun dengan penyerapan 60.133 tenaga kerja,” sebutnya.

Baca Juga :  Stan Pemkab Samosir, Promosikan Produk Unggulan "Wine Mangga" yang Sudah Mendunia

Nurbaiti mengatakan terdapat lima sektor usaha yang menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi di Sumut. Industri kimia dan farmasi menempati posisi teratas dengan nilai investasi mencapai Rp9,4 triliun.

Selanjutnya, investasi terbesar berasal dari sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, kemudian industri makanan, sektor listrik, gas, dan air, serta sektor jasa lainnya.

Menurut Nurbaiti, Sumut juga menjadi salah satu daerah yang memiliki daya tarik kuat bagi investor asing. Sejumlah negara tercatat telah menanamkan modalnya di Sumut, antara lain Singapura, Belanda, Malaysia, Inggris, dan Tiongkok.

Singapura menjadi negara dengan nilai investasi terbesar, yakni mencapai Rp18,302 triliun. Nilai tersebut memberikan kontribusi sekitar 61% terhadap realisasi investasi asing di Sumut.

Baca Juga :  Kadis PKP: Medan Butuh Mobil Pemadam Bertangga 100 Meter

Selain investasi asing, persebaran investasi juga semakin berkembang ke berbagai kabupaten/kota. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah.

Nurbaiti menyebutkan terdapat lima kabupaten/kota yang menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi di Sumut.

“Lima kabupaten/kota dengan investasi terbesar di Sumut berada di Kabupaten Simalungun, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat,” sebutnya.

Untuk semakin meningkatkan daya saing daerah, lanjut Nurbaiti, DPMPTSP Sumut terus memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha di 33 kabupaten/kota dengan target minimal 177 pelaku usaha.

DPMPTSP Sumut juga secara rutin menggelar bimbingan teknis Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Kegiatan tersebut bertujuan membimbing pelaku usaha menengah dan besar serta usaha kecil tertentu dalam melaporkan realisasi investasinya secara daring melalui sistem OSS-RBA.

Baca Juga :  Tiga Kepala OPD Resmi Dilantik Wako Batam

Sejalan dengan arahan Gubernur Sumut yang menargetkan realisasi investasi mencapai Rp100 triliun, Nurbaiti menyatakan optimistis bahwa target tersebut dapat dicapai hingga 2029. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif dan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha.

“Kami juga memaksimalkan sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi (PIKI) serta mendorong kabupaten/kota untuk menetapkan perda, perbup, atau perwal terkait PIKI. Sebab, akan lebih baik jika daerah membuat aturan ini sehingga lebih banyak insentif yang dapat diberikan kepada pelaku usaha,” paparnya. [Nababan]