Buka Pasar Murah di 151 Kelurahan Selama Ramadan, Rico Waas Pastikan Distribusi Tepat Sasaran dan Bebas dari Praktik Kecurangan

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Pasar Murah Pemerintah Kota Medan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Kamis (13/2/26).

MEDAN, DURASI.co.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Pasar Murah Pemerintah Kota Medan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Tidak sekadar membuka secara seremonial, Rico Waas juga mengingatkan seluruh jajaran Pemko Medan agar memastikan distribusi bahan pokok yang dijual tepat sasaran dan bebas dari praktik kecurangan.

“Jangan sampai masyarakat sudah senang dengan adanya pasar murah ini, tetapi begitu sampai di kelurahan barangnya tidak ada. Baru dua hari sudah habis. Saya minta sistemnya diatur, jangan ada orang dalam yang bermain. Itu pelanggaran berat karena menyangkut kepercayaan masyarakat,” kata Rico Waas saat membuka acara di Lapangan Warna Warni Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (12/2/2026).

Pasar murah yang berlangsung mulai 12 Februari hingga 12 Maret 2026 ini tidak hanya terpusat di satu lokasi, melainkan tersebar di 151 kelurahan se-Kota Medan. Melalui kegiatan ini, Rico Waas ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok, khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Baca Juga :  Gubernur Sumut Bobby Nasution Gelar Open House Idulfitri, Ribuan Warga Padati Rumah Dinas

“Pemko Medan berkomitmen memperhatikan kebutuhan warga. Apalagi menjelang puasa, kebutuhan pokok pasti meningkat, mulai dari belanja harian hingga persiapan membuat kue lebaran,” ujar Rico Waas dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Rico Waas mengatakan pasar murah ini bertujuan menekan harga kebutuhan pokok di pasaran. Pemerintah Kota Medan menggelontorkan subsidi lebih dari Rp4 miliar untuk memangkas harga agar lebih murah dari harga pasar. Salah satu komoditas utama yang disiapkan adalah beras dengan total stok mencapai 430 ton.

“Jika satu ton beras dibagi dalam kemasan 5 kilogram, maka 400 ton saja bisa menjangkau 80.000 warga. Saya ingin memastikan manfaat ini benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemdes Hilimbowo Ma'u Realisasikan Dana Desa Tahap I Sesuai APBDes 2025

Ia juga memastikan bahan pokok yang dijual memiliki kualitas baik. “Beras yang kita jual bukan SPHP, melainkan beras medium menuju premium. Biasanya Rp15.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp11.600,” jelasnya.

Penurunan harga juga berlaku untuk komoditas lain, seperti gula pasir dari Rp18.500 menjadi Rp15.200 per kilogram, tepung terigu dari Rp10.500 menjadi Rp8.600 per kilogram, telur dari Rp1.900 menjadi Rp1.350 per butir, serta kacang tanah kupas dari Rp34.000 menjadi Rp28.600 per kilogram.

Selain itu, minyak goreng turun dari Rp20.500 menjadi Rp17.700 per liter, margarin dari Rp9.500 menjadi Rp6.400 per kemasan. Sirup berbagai merek juga mengalami penurunan harga, seperti Sarang Tawon Standard Quality 430 mililiter dari Rp18.300 menjadi Rp17.000 per botol, Sarang Tawon Raspberry 630 mililiter dari Rp22.000 menjadi Rp18.667 per botol, serta Pohon Pinang Standard Quality 520 mililiter dari Rp21.000 menjadi Rp19.500 per botol.

Baca Juga :  Tinjau Normalisasi Sungai di Hutanabolon, Tito Karnavian Salut dengan Kinerja Bobby Nasution

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan Citra Effendi Capah menjelaskan pasar murah digelar di 151 titik selama 30 hari dengan total subsidi mencapai Rp4.170.656.500.

“Ini merupakan salah satu langkah Pemko Medan untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan,” jelasnya.

Pembukaan pasar murah yang dirangkaikan dengan penyerahan sembako bagi masyarakat kurang mampu ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsun, serta para camat. [Nababan]